Terungkap, Kekacauan di Gedung Putih dan Ivanka Trump Jadi Capres AS

Kompas.com - 04/01/2018, 08:24 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Washington DC, Senin (20/11/2017). SAUL LOEB / AFPPresiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Washington DC, Senin (20/11/2017).
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Michael Wolff, penulis sekaligus jurnalis, mengungkapkan sejumlah fakta baru terkait Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam bukunya berjudul Fire and Furry: Inside the Trump White House yang akan diterbitkan pada pekan depan.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (3/1/2018), Wolff menulis tentang serangkaian konflik internal dan kekacauan organisasi di jantung kepresidenan AS.

Buku tersebut menyebutkan ketua kampanye Presiden Trump sebelumnya dan ahli strategi Gedung Putih, Steve Bannon, meyakini adanya pertemuan antara Donald Trump Jr, Jared Kushner, Paul Manafort, dan orang Rusia yang menawarkan informasi untuk menjatuhkan Hillary Clinton.

Bannon juga dilaporkan yakin bahwa Trump mengetahui pertemuan tersebut dan bertemu dengan pihak Rusia. Namun, Trump membantahnya.

Baca juga: Akhirnya, Menantu Trump Akui Kontak dengan Rusia, tapi Bantah Kolusi

Wolff juga menuliskan adanya percakapan antara presiden terpilih dengan Rupert Murdoch mengenai kebijakan imigrasi, yang diduga mengarahkan media milik taipan itu untuk melabeli Trump dengan sebutan "orang bodoh".

Berikut, beberapa hal menarik lainnya dari buku yang ditulis Wolff:

- Putri Trump dan menantunya, Ivanka Trump dan Jared Kushner, dilaporkan membuat kesepakatan tentang siapa di antara mereka yang akan mencalonkan diri sebagai presiden di masa mendatang.

Wolff menulis, "Presiden perempuan pertama tidak akan dipegang oleh Hillary Clinton, tapi Ivanka Trump".

Baca juga: China Undang Ivanka Trump dan Jared Kushner untuk Berkunjung

- Konflik di antara staf Gedung Putih juga sering terjadi, termasuk kubu Kushner, Ivanka, dan penasihat ekonomi Gary Cohn untuk melawan kubu yang dipimpin Bannon.

Wolff mengutip pernyataan penasihat keamanan nasional Richard Nixon, Henry Kissinger, yang mengatakan, "Ini adalah perang antara orang Yahudi dan non-Yahudi."

- Wolff juga menulis tentang Thomas Barrack Jr, seorang miliarder yang juga rekan tertua Trump. Sebelumnya, Trump mengincarnya untuk mengisi jabatan kepala staf.

Barrack diduga pernah mengatakan kepada seorang temannya terkait Trump, "Dia tidak hanya gila, dia bodoh." Namun, Barrack menyanggah pernah berbicara seperti itu.

Baca juga: Dalam 347 Hari, Trump Melontarkan 1.950 Pernyataan Keliru

- Fakta lain yang dibeberkan oleh Wolff termasuk mengenai tidak ada satu orang pun yang berada di kubu Trump saat kampanye yang menyangkanya akan memenangkan kursi kepresidenan.

Melania Trump bahkan merasa ngeri dengan prospek kemenangan suaminya. Dalam malam pemilihan presiden, ketika Trump secara jelas mengalahkan Clinton, Melania menangis, tapi bukan karena gembira.

Direktur komunikasi ibu negara AS itu menolak berkomentar dan menyatakan buku karya Wolff memiliki bagian fiksi.

- Trump juga dilaporkan pernah berdebat dengan Secret Service (pasukan pengamanan presiden) terkait kunci di kamar tidurnya. Wolff menulis tentang Trump yang takut diracuni, dan meminta siapa pun untuk tidak menyentuh sikat giginya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X