Pengadilan Singapura Jatuhkan Hukuman 15 Tahun Penjara pada Pria Pedofil

Kompas.com - 03/01/2018, 22:24 WIB
Ilustrasi pelaku pedofil. Pengadilan di Singapura pada Rabu (3/1/2018), telah menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara para pria pelaku pedofilia yang telah melecehkan 15 anak laki-laki. Think StockIlustrasi pelaku pedofil. Pengadilan di Singapura pada Rabu (3/1/2018), telah menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara para pria pelaku pedofilia yang telah melecehkan 15 anak laki-laki.
|
EditorAgni Vidya Perdana

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pengadilan di Singapura menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada seorang pria yang terbukti sebagai pedofil dan telah melakukan pelecehan kepada 15 anak di bawah umur.

Soffiyan Hamzah (38), seorang petugas audit keamanan di Otoritas Transportasi Darat, terbukti melakukan tindak pelecehan seksual kepada korban anak laki-laki antara pertengahan 2015 hingga Maret 2017 lalu.

Pengadilan lantas menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara dalam persidangan yang digelar Rabu (3/1/2018).

Baca juga: Australia Rancang Aturan Cegah Pedofil Berpergian ke Luar Negeri


Pemilik akun Facebook "ItsmeDeedeeYourfrenlyfren" itu terbukti bersalah di delapan kasus seksual yang melibatkan anak berusia di bawah 16 tahun.

Dia juga dituduh dengan delapan kasus serupa, serta tuduhan lain termasuk menawarkan seks komersial, serta membuat dan menyimpan film porno. Semua melibatkan korban anak laki-laki.

Dilansir dari Strait Times, Wakil Jaksa Agung Gail Wong mengatakan di persidangan, Soffiyan memiliki kecenderungan sebagai pedofil dan menyukai anak laki-laki.

"Terdakwa menempatkan para korbannya pada bahaya tertular penyakit menular seksual karena tidak ada alat pengaman yang digunakan saat terdakwa melakukan tindakan seksual kepada korbannya," kata dia.

Dia menambahkan, terdakwa merekam korbannya setelah memerintahkannya berpose sensual. Wong menekankan, terdakwa merupakan ancaman bagi para anak di bawah umur yang menjadi targetnya.

"Dengan adanya rekaman pornografi itu menjadikan para korban dilecehkan berkali-kali, karena dia bisa melihatnya kapanpun di manapun," kata dia.

Para korban dilaporkan tidak ada yang mengetahui nama asli terdakwa. Di profil Facebook-nya, terdakwa mengaku sebagai gay dan menawarkan jasa seksual.

Terdakwa juga disebut membayar beberapa korbannya sebesar 100 dolar AS (Rp 1,3 juta) untuk setiap kali berhubungan.

Baca juga: FBI dan Europol Tangkap 870 Terduga Pedofil

Di hadapan pengadilan, dijelaskan jika terdakwa kerap menemui korbannya di stasiun MRT untuk kemudian dibawa ke toilet di pusat perbelanjaan di Jurong.

Perbuatan Soffiyan akhirnya terbongkar setelah salah satu korban memberi tahu gurunya yang kemudian melapor kepada polisi pada Maret tahun lalu dan menangkap pelaku tiga hari kemudian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X