Netanyahu: Tiga Bulan, Migran Afrika Keluar dari Israel atau Dipenjara

Kompas.com - 03/01/2018, 21:35 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba di Yerusalem untuk menghadiri rapat kabinet, Rabu (3/1/2018). Tsafrir Abayov / AFPPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba di Yerusalem untuk menghadiri rapat kabinet, Rabu (3/1/2018).
|
EditorAgni Vidya Perdana

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel mengancam akan memenjarakan para migran Afrika jika mereka tidak keluar dari wilayah Israel dalam tiga bulan ke depan.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperjuangkan rencana tersebut saat berbicara di hadapan rapat kabinet, Rabu (3/1/2018).

Dalam rencana itu, para migran Afrika yang telah masuk secara ilegal, terutama melalui Eritrea dan Sudan, yang berjumlah sekitar 38.000 orang, diharapkan sudah keluar dari wilayah Israel pada akhir Maret 2018.

Pemerintah Israel bersedia memberikan masing-masing migran tiket pesawat dan uang saku sebesar 2.900 Euro (sekitar Rp 46 juta) untuk keluar dari Israel.

Baca juga: Ratusan Migran Afrika Diselamatkan dari Lepas Pantai Spanyol

Setelah bulan Maret maka jumlah yang diberikan akan dikurangi dan mereka yang terus menolak akan menghadapi ancaman penjara.

Fasilitas terbuka di gurun selatan Israel, Holot, yang dapat menampung 1.200 migran juga akan ditutup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setiap negara harus mempertahankan wilayah perbatasannya, melindungi perbatasan dari penyusupan ilegal. Itu adalah hak dan kewajiban dasar sebuah negara yang berdaulat," kata Netanyahu dikutip AFP.

Rencana itu pertama muncul November lalu dan langsung mendapat kecaman banyak pihak, termasuk PBB.

Migran mulai banyak berdatangan dan melalui perbatasan Israel dengan semenanjung Sinai Mesir pada 2007. Ketika itu hampir 5.000 migran yang masuk.

Pemerintah Israel kemudian mendirikan pagar pembatas dan memperketat perbatasan dengan sensor elektronik.

Baca juga: Penjaga Pantai Italia Selamatkan 255 Migran dari Perairan Mediterania

Para migran yang tertangkap kemudian akan ditahan di penjara di gurun Negev di selatan Israel. Dan setelah bebas akan diberangkatkan ke Tel Aviv.

Namun langkah tersebut kerap mendapat keluhan warga dan politisi sayap kanan yang menginginkan para migran dipaksa keluar.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.