Dalam 347 Hari, Trump Melontarkan 1.950 Pernyataan Keliru

Kompas.com - 03/01/2018, 08:58 WIB
Donald Trump berbicara mengenai reformasi panjak di St Charles Convetion Center pada Rabu (29/11/2017), di Missouri, Amerika Serikat. (AFP/Whitney Curtis)
Donald Trump berbicara mengenai reformasi panjak di St Charles Convetion Center pada Rabu (29/11/2017), di Missouri, Amerika Serikat. (AFP/Whitney Curtis)
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Sepanjang 347 hari sejak menjabat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membuat 1.950 pernyataan keliru atau palsu.

Dilansir dari CNN, Selasa (2/1/2018), blog Fact Checker di The Washington Post menghitungnya secara rata-rata ada 5,6 klaim pribadi per hari yang dilontarkan Trump.

Dalam hitungan matematika, berarti Trump akan mengucapkan lebih dari 2.000 klaim keliru hingga pekan depan. Namun, bisa saja terjadi lebih cepat jika Trump memutuskan jumpa pers secara dadakan.

The Washington Post juga menghitung ada 24 kebohongan dalam wawancara 30 menit Trump dengan reporter New York Times, Michael Schmidt, beberapa waktu lalu.

Baca juga: China Masih Jual Minyak ke Korea Utara, Trump Kecewa

Pernyataan keliru itu merupakan kelanjutan dari dari tren yang Trump hasilkan dalam pemilihan presiden 2016.

Dalam kontes itu, 59 dari 92 pernyataan Trump ternyata benar-benar palsu atau bohong. Sebagai perbandingan, 7 dari 49 pernyataan Hillary Clinton yang ditinjau The Washington Post sepenuhnya keliru.

Dari angka tersebut, CNN menyimpulkan, Trump tidak seperti kebanyakan politisi yang ketika terjebak dalam kebohongan berupaya tidak mengulanginya.

Trump justru terus mengulang lebih dari 60 kebohongan yang diulang setidaknya tiga kali selama tahun pertamanya menjadi presiden.

Baca juga: Trump Sebut Sanksi Internasional Berefek kepada Korea Utara

The Washington Post menyebutkan salah satu pernyataan salah yang disampaikan Trump mengenai undang-undang layanan kesehatan atau Obamacare.

Trump mengatakan, program Obamacare sedang sekarat dan "mati". Namun, kantor anggaran Kongres menyatakan, Obamacare tetap akan stabil pada masa mendatang.

Trump juga mengulangi pernyataan keliru tentang pajak perusahaan yang tinggi sebanyak 25 kali. Kemudian, pernyataan tentang AS merupakan negara dengan pajak tertinggi sebanyak 33 kali.

Namun, nyatanya, pajak yang dibayar korporasi di AS justru lebih rendah daripada persentase tarif pajak yang berlaku.

Baca juga: Trump Bakal Jadi Nama Stasiun Kereta di Yerusalem

Fact Checker oleh The Washington Post awalnya dilakukan untuk meninjau pernyataan Trump pada 100 hari pertamanya menjabat presiden AS.

Seiring permintaan yang bertambah, tinjauan akan diperpanjang hingga masa satu tahun Trump memimpin AS.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X