Kompas.com - 02/01/2018, 20:38 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

MADRID, KOMPAS.com - Keinginan Catalonia bercerai dari Spanyol membuat Negara Matador tersebut menderita kerugian finansial yang sangat besar.

Menteri Ekonomi Spanyol, Luis de Guindos mengatakan, Catalonia menyumbang seperlima Produk Domestik Bruto (PDB) ke Spanyol.

2016, dikutip dari The Guardian, kawasan otonomi khusus dengan jumlah populasi 7,4 juta jiwa itu menyumbang PDB 28.590 euro, atau sekitar Rp 465,3 juta, per kepala.

Selain itu, Catalonia merupakan magnet utama bagi Spanyol untuk menarik minat negara-negara luar.

Dari sisi investasi luar negeri saja, Catalonia memberi 37 miliar euro, sekitar Rp 602,2 triliun.

Baca juga : Puigdemont Disarankan Pertimbangkan Lagi Langkah Kembali ke Catalonia

Kemudian, ekspor Catalonia mencapai 65,2 miliar euro, sekitar Rp 1.058 triliun, dan menyumbang lebih dari seperempat total ekspor Spanyol.

"Bisa dikatakan, Catalonia adalah motor penggerak ekonomi Spanyol," kata Guindos kepada kantor berita AFP Selasa (2/1/2018).

Namun, pada kuartal keempat, akibat krisis yang terjadi di di sana, Guindos memperkirakan Spanyol kehilangan pemasukan hingga 1 miliar euro. Angka tersebut setara dengan Rp 16,2 triliun.

Krisis terburuk Spanyol sejak era kediktatoran Jenderal Franco itu terjadi ketika Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan pada 27 Oktober 2017.

Proklamasi itu didengungkan mantan Presiden Carles Puigdemont setelah mereka menggelar referendum di 1 Oktober 2017.

Spanyol menanggapinya dengan mengaktifkan Artikel 155 Konstitusi 1978.

Pemerintahan Mariano Rajoy membekukan status otonomi Catalonia, membubarkan pemerintahan dan menangkap para pejabat pentingnya.

Wakil presiden Oriol Junqueras dan beberapa pejabat lainnya ditangkap 2 November. Sedangkan Puigdemont dan empat menterinya mengasingkan diri ke Brussels, Belgia, sejak 30 Oktober.

Baca juga : Krisis Catalonia Lumpuhkan Politik Spanyol

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.