Paus Ingatkan Bahaya Perang Nuklir lewat Foto Anak Korban Perang Dunia II

Kompas.com - 02/01/2018, 19:32 WIB
Paus Fransiskus (tengah) memberkati Roma dan dunia, serta memberikan pesan Natal Urbi et Orbi di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Senin (25/12/2017). Andreas SOLARO/AFPPaus Fransiskus (tengah) memberkati Roma dan dunia, serta memberikan pesan Natal Urbi et Orbi di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Senin (25/12/2017).
|
EditorAgni Vidya Perdana

VATICAN CITY, KOMPAS.com — Paus Fransiskus ingin mengingatkan kembali bahaya senjata nuklir melalui sebuah foto yang diambil pada tahun 1945. Foto tersebut menggambarkan seorang anak yang menjadi korban selamat serangan bom atom di Nagasaki.

Atas permintaan dari Paus Fransiskus, Vatikan mencetak dan menyebarkan sebuah foto yang menggambarkan seorang anak Jepang tengah menggendong adiknya yang sudah meninggal untuk dikremasi.

Di bagian belakang foto terdapat tulisan yang sepertinya adalah judul foto tersebut, yaitu "Buah Peperangan".

Foto yang diambil pada tahun 1945 itu merupakan karya seorang fotografer Angkatan Laut AS, Joe O'Donnell. Foto itu diambil tak lama setelah Amerika menjatuhkan bom atom ke Jepang di pengujung Perang Dunia II.

Baca juga: Paus Fransiskus: Jangan Padamkan Harapan Para Imigran dan Pengungsi

Adapun pada sisi belakang foto yang akan disebarkan Vatikan terdapat tanda tangan Paus Fransiskus dengan tambahan keterangan foto.

Foto yang diambil pada tahun 1945 itu menggambarkan anak korban Perang Dunia II setelah kejadian bom atom di Nagasaki.Joe ODonnell via Vatican Press Office Foto yang diambil pada tahun 1945 itu menggambarkan anak korban Perang Dunia II setelah kejadian bom atom di Nagasaki.

"Ekspresi kesedihan anak laki-laki itu hanya ditunjukkan dengan isyarat menggigit bibirnya hingga mengalirkan darah," tulis Paus.

O’Donnell menghabiskan waktu empat tahun dalam mendokumentasikan dampak serangan bom AS di Nagasaki dan Hiroshima.

Foto-foto karyanya salah satunya diedarkan oleh kantor pers Vatikan menjelang hari Perdamaian Dunia Gereja Katholik Roma yang dirayakan setiap tanggal 1 Januari.

Analis Vatikan John Allen mengatakan, apa yang dilakukan Paus konsisten dengan upayanya semenjak dia terpilih untuk selalu menyuarakan perlawanan terhadap apa yang saat ini disebut dengan "Perang Dunia Ketiga".

Baca juga: Beri Pesan Natal, Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di Yerusalem

Dalam pidato Tahun Baru di hadapan 40.000 orang di lapangan Santo Petrus, Paus juga mengkritik rencana Trump yang ingin membangun tembok di perbatasan AS dengan Meksiko.

Paus menyampaikan, politisi yang memicu ketakutan akan para migran dapat menabur tindak kekerasan dan juga rasisme.

Paus Fransiskus menggambarkan para migran dan pengungsi sebagai mereka yang paling lemah dan paling membutuhkan.

"Tolong, janganlah kita padamkan harapan yang ada di hati mereka. Janganlah kita hilangkan harapan mereka akan perdamaian," kata Paus Fransiskus.

"Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan kedamaian. Banyak dari mereka rela mempertaruhkan nyawa, melakukan perjalanan yang panjang dan berbahaya, menghadapi ketegangan dan penderitaan," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X