Kompas.com - 02/01/2018, 19:32 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

VATICAN CITY, KOMPAS.com — Paus Fransiskus ingin mengingatkan kembali bahaya senjata nuklir melalui sebuah foto yang diambil pada tahun 1945. Foto tersebut menggambarkan seorang anak yang menjadi korban selamat serangan bom atom di Nagasaki.

Atas permintaan dari Paus Fransiskus, Vatikan mencetak dan menyebarkan sebuah foto yang menggambarkan seorang anak Jepang tengah menggendong adiknya yang sudah meninggal untuk dikremasi.

Di bagian belakang foto terdapat tulisan yang sepertinya adalah judul foto tersebut, yaitu "Buah Peperangan".

Foto yang diambil pada tahun 1945 itu merupakan karya seorang fotografer Angkatan Laut AS, Joe O'Donnell. Foto itu diambil tak lama setelah Amerika menjatuhkan bom atom ke Jepang di pengujung Perang Dunia II.

Baca juga: Paus Fransiskus: Jangan Padamkan Harapan Para Imigran dan Pengungsi

Adapun pada sisi belakang foto yang akan disebarkan Vatikan terdapat tanda tangan Paus Fransiskus dengan tambahan keterangan foto.

Foto yang diambil pada tahun 1945 itu menggambarkan anak korban Perang Dunia II setelah kejadian bom atom di Nagasaki.Joe ODonnell via Vatican Press Office Foto yang diambil pada tahun 1945 itu menggambarkan anak korban Perang Dunia II setelah kejadian bom atom di Nagasaki.

"Ekspresi kesedihan anak laki-laki itu hanya ditunjukkan dengan isyarat menggigit bibirnya hingga mengalirkan darah," tulis Paus.

O’Donnell menghabiskan waktu empat tahun dalam mendokumentasikan dampak serangan bom AS di Nagasaki dan Hiroshima.

Foto-foto karyanya salah satunya diedarkan oleh kantor pers Vatikan menjelang hari Perdamaian Dunia Gereja Katholik Roma yang dirayakan setiap tanggal 1 Januari.

Analis Vatikan John Allen mengatakan, apa yang dilakukan Paus konsisten dengan upayanya semenjak dia terpilih untuk selalu menyuarakan perlawanan terhadap apa yang saat ini disebut dengan "Perang Dunia Ketiga".

Baca juga: Beri Pesan Natal, Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di Yerusalem

Dalam pidato Tahun Baru di hadapan 40.000 orang di lapangan Santo Petrus, Paus juga mengkritik rencana Trump yang ingin membangun tembok di perbatasan AS dengan Meksiko.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.