Kompas.com - 02/01/2018, 14:19 WIB
Sebuah data memperkirakan Inggris mengirim 2,7 juta ton sampah plastik ke China dan Hong Kong sejak 2012. (EPA via BBC) Sebuah data memperkirakan Inggris mengirim 2,7 juta ton sampah plastik ke China dan Hong Kong sejak 2012. (EPA via BBC)
|
EditorVeronika Yasinta


LONDON, KOMPAS.com - Industri daur ulang Inggris tidak tahu bagaimana menghadapi pelarangan impor jenis sampah plastik yang berlaku di China mulai 1 Januari 2018.

BBC pada Senin (1/1/2018) melaporkan sebanyak 500.000 ton plastik untuk daur ulang dikirim ke China setiap tahunnya. Tapi, perdagangan itu kini sudah dihentikan.

Pada saat yang sama, Inggris tak mampu mengatasi masalah sampah.

Ketua Asosiasi Daur Ulang di Inggris, Simon Ellin, menyatakan belum bisa memecahkan masalah tersebut dalam jangka pendek.

"Ini pukulan besar bagi kami. Kami telah mengandalkan China untuk menampung limbah kami... 55 persen kertas, dan 25 persen ditambah plastik," katanya.

Baca juga : Makin Mengerikan, Tiap Tahun 1.000 Penyu Mati akibat Sampah Plastik

China telah menetapkan larangan impor sampah dari luar negeri sebagai bagian dari langkah untuk meningkatkan industri dalam negeri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Negara Asia lainnya akan mengambil impor sebagian dari kuota sampah plastik, tapi masih banyak yang tersisa.

Menteri Lingkungan Hidup Inggris, Michael Gove, mengakui lamban untuk mencegah masalah ini.

Organisasi Recoup, yang mendaur ulang plastik, menyatakan larangan impor akan menyebabkan stok sampah plastik menumpuk dan sampah berakhir di pembakaran serta pembuangan akhir.

Baca juga : Lautan Sampah Plastik Ditemukan di Lepas Pantai Karibia

Asosiasi Pemerintah Daerah di Inggris, Peter Fleming mengatakan tidak semua wilayah di Inggris memiliki insinerator untuk membakar sampah-sampah itu.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X