Kompas.com - 01/01/2018, 13:38 WIB
Polisi Iran berhadapan dengan mahasiswa Universitas Teheran (30/12/2017). Demo yang berawal dari memprotes kenaikan harga barang itu telah menewaskan dua warga sipil. STR/AFPPolisi Iran berhadapan dengan mahasiswa Universitas Teheran (30/12/2017). Demo yang berawal dari memprotes kenaikan harga barang itu telah menewaskan dua warga sipil.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani, akhirnya buka suara menyikapi demonstrasi yang sudah berlangsung selama empat hari.

Di depan kanal televisi pemerintah, seperti dikutip Al Jazeera Minggu (31/12/2017), Rouhani menyatakan bahwa rakyat memiliki hak untuk menggelar demonstrasi.

"Kita adalah bangsa yang merdeka. Berdasarkan konstitusi dan hak warga negara, setiap orang bebas mengekspresikan kritik dan protes mereka," ulas Rouhani.

Namun, lanjut pemimpin 69 tahun tersebut, dia tidak menginginkan kebebasan berpendapat itu menjadi destruktif.

"Perlu adanya tata krama bahwa nantinya kritik tersebut bisa membangun negara ini. Demonstrasi seharusnya tidak membuat orang lain merasa hidup dan keamanannya terancam," papar Rouhani.

Rouhani juga mengecam Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang berkata dia memperhatikan dan merasa kasihan dengan rakyat Iran.

Baca juga : Demo Anti-pemerintah Landa Iran, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam berbagai kicauannya yang diunggah sejak 29 Desember di Twitter, Trump menyatakan rezim penindas tidak akan bertahan lama.

"Rakyat di Iran menginginkan perubahan. Hal inilah yang ditakutkan para pemimpin di sana," kata Trump.

Rouhani bereaksi dengan berujar Trump tidak pantas untuk merasa kasihan dengan Iran.

"Orang ini (Trump), yang telah berkata bahwa Iran adalah negara teroris, dan kebijakannya selalu memusuhi Iran, tidak pantas bersimpati ataupun kasihan kepada kami," sindir Rouhani dilansir dari kantor berita AFP.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.