Kompas.com - 31/12/2017, 13:36 WIB
Seorang mahasiswi Universitas Teheran berunjuk rasa menentang kenaikan harga pokok Sabtu (30/12/2017). Demo tersebut merupakan yang paling serius sejak 2009 AFP via BBC IndonesiaSeorang mahasiswi Universitas Teheran berunjuk rasa menentang kenaikan harga pokok Sabtu (30/12/2017). Demo tersebut merupakan yang paling serius sejak 2009
EditorArdi Priyatno Utomo

TEHERAN, KOMPAS.com - Demonstrasi menentang pemerintah Iran memasuki hari ketiga Sabtu (30/12/2017).

Seperti diwartakan BBC Indonesia Minggu (31/12/2017), polisi mulai melakukan aksi represif untuk membubarkan unjuk rasa.

Di Dorud, berkembang sebuah rumor bahwa dua orang demonstran tewas ditembak oleh aparat keamanan.

AFP melansir, rumor yang begitu liar berkembang, ditambah larangan bepergian yang dikeluarkan pemerintah, dan pemadaman listrik terhadap hampir seluruh media membuat laporan tersebut sulit terkonfirmasi.

Selain itu, pemerintah juga memutuskan untuk memblokir internet secara sementara.

Baca juga : Koalisi Arab Klaim Sita Senjata Iran dari Pemberontak Houthi

Demonstran anti-pemerintah membalas dengan menyerang sebuah balai kota di pusat Teheran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diwartakan kantor berita konversatif, Mehr, para pengunjuk rasa membalikkan mobil polisi, dan mulai membakar bendera Iran.

Di Universitas Teheran, para mahasiswa terlibat bentrok dengan polisi, di mana mereka meneriakkan yel-yel yang mengejek rezim Presiden Hassan Rouhani.

Menteri Dalam Negeri Abdolrahman Rahmani Fazli menegaskan, para demonstran bakal ditindak tegas oleh polisi.

"Mereka yang merusak fasilitas publik, mengganggu ketertiban, dan melanggar hukum bakal bertanggung jawab dan membayar atas hal ini," ancam Fazli kepada televisi pemerintah, dikutip dari AFP.

AS Bereaksi
Amerika Serikat (AS), melalui Presiden Donald Trump langsung menanggapi aksi protes yang terjadi sejak Jumat (29/12/2017) tersebut.

Trump melakukan serangkaian kicauan di Twitter bahwa dunia memperhatikan segala perilaku rezim Rouhani terhadap rakyatnya.

"Seluruh dunia memahami bahwa rakyat Iran ingin perubahan, dan dibanding kekuatan militer AS, pemimpin Iran lebih takut terhadap rakyat mereka," ujar Trump di Twitter.

Baca juga : Rudal Houthi yang Ditembakkan ke Saudi Punya Ciri Khas Iran

Trump melanjutkan, rezim penindas tidak akan bertahan selamanya. Akan datang hari di mana rakyat Iran bakal menghadapi sebuah pilihan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.