Bangladesh Target 100.000 Rohingya Dipulangkan pada Gelombang Pertama

Kompas.com - 29/12/2017, 19:40 WIB
Sekelompok pengungsi Rohingya akan bertemu langsung dengan Paus Fransiskus yang sedang berkunjung ke Bangladesh, Jumat (1/12/2017). AFPSekelompok pengungsi Rohingya akan bertemu langsung dengan Paus Fransiskus yang sedang berkunjung ke Bangladesh, Jumat (1/12/2017).
|
EditorAgni Vidya Perdana

DHAKA, KOMPAS.com - Pemerintah Bangladesh menargetkan dapat memulangkan hingga 100.000 pengungsi Rohingya ke kampung halaman mereka di Myanmar pada gelombang pertama.

Sesuai kesepakatan yang dicapai antara kedua negara, proses pemulangan pengungsi Rohingya yang saat ini berada di kamp pengungsian di Bangladesh akan mulai dipulangkan ke Myanmar pada Januari 2018 mendatang.

Politisi senior Bangladesh Obaidul Quader mengatakan, daftar nama 100.000 pengungsi telah dikirimkan kepada otoritas Myanmar pada Jumat (29/12/2017).

Sehingga diharapkan, proses pemulangan dapat mulai terlaksana setidaknya pada akhir Januari 2018 di bawah kesepakatan kedua pemerintahan.

Baca juga: Myanmar Tegaskan Pemulangan Pengungsi Rohingya Mulai Januari 2018

"Berdasarkan hasil diskusi kelompok kerja bersama, daftar pertama akan berisi 100.000 nama pengungsi Rohingya yang akan dikirimkan kepada pemerintah Myanmar hari ini," kata Quader yang juga menjabat menteri transportasi darat.

"Pertemuan berikutnya yang akan diadakan di Myanmar akan memutuskan bagaimana proses pemulangan pengungsi dimulai," tambah wakil ketua partai Liga Awami yang berkuasa di Bangladesh itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Daftar ini akan diselesaikan sesegera mungkin. Proses pemulangan akan dimulai segera setelahnya," kata Quader.

Komisaris Bantuan Pemerintah untuk Pengungsi Rohingya, Abul Kalam Azad mengatakan, keputusan telah dibuat pada Kamis (28/12/2017) oleh kelompok pekerja pemulangan di Bangladesh untuk mengirim daftar 100.000 pengungsi kepada Myanmar.

Nantinya, proses pemulangan akan dimulai setelah daftar itu mendapat verifikasi Myanmar dan mendapat kesediaan dari para pengungsi.

Baca juga: Pengungsi Rohingya Simpan Memori Kampung Halaman di Ponsel

Ada lebih dari 655.000 pengungsi Rohingya dari Rakhine, Myanmar yang mencari perlindungan di Bangladesh menyusul serbuan militer ke kampung halaman mereka pada akhir Agustus lalu.

Jumlah tersebut belum termasuk sekitar 300.000 pengungsi yang melarikan diri lebih awal.

Kesepakatan telah dicapai antara Myanmar dengan Bangladesh pada November untuk pemulangan pengungsi, meski sejumlah diplomat meragukan para pengungsi akan setuju untuk kembali.

Sebagian besar pengungsi Rohingya yang ditemui AFP di kamp-kamp tersebut mendesak tidak mau kembali dengan alasan tidak ada jaminan keamanan di Rakhine.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.