Kompas.com - 29/12/2017, 15:22 WIB
Kapal Ul Ji Bong 6 yang masuk dalam daftar empat kapal yang dilarang masuk pelabuhan internasional oleh PBB. Marine Traffic via Straits TimesKapal Ul Ji Bong 6 yang masuk dalam daftar empat kapal yang dilarang masuk pelabuhan internasional oleh PBB.
|
EditorAgni Vidya Perdana

NEW YORK, KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB pada Kamis (28/12/2017) mengeluarkan larangan berlabuh untuk empat kapal Korea Utara ke pelabuhan internasional. Diduga kapal-kapal tersebut membawa barang yang dilarang dalam sanksi internasional kepada Pyongyang.

Empat kapal Korea Utara tersebut, masing-masing Ul Ji Bong VI, Rung Ra II, Sam Jong II dan Rye Song Gang I. Hingga saat ini, tercatat PBB telah memblokir delapan kapal Korea Utara di pelabuhan internasional.

Sebelumnya pada 5 Oktober, PBB telah mengidentifikasi empat kapal yang membawa barang terlarang ke Korea Utara dan memblokirnya.

Baca juga: Korea Utara Tolak Resolusi Sanksi Dewan Keamanan PBB

Itulah kali pertama PBB menjatuhkan larangan kepada kapal untuk merapat ke pelabuhan internasional.

Kapal-kapal tersebut masing-masing berbendera Komoro, Kamboja, Federasi Saint Christopher dan Nevis, serta Korea Utara.

Saat itu, barang yang dilarang masuk ke Korea Utara adalah batu bara, besi dan hasil perikanan.

Semula, AS mengusulkan pemblokiran meliputi kapal yang terdaftar di negara lain. Namun China menolak dan hanya menyetujui empat kapal berbendera Korea Utara.

"Hanya empat kapal yang disepakati untuk dilarang, tapi tidak menutup kemungkinan akan ditambah kapal lain di masa mendatang," kata salah seorang diplomat PBB.

Awalnya, dalam daftar yang diajukan AS di bulan Desember, larangan juga diusulkan untuk kapal dengan bendera Belize, China, Hong Kong, Palau, dan Panama.

Sepanjang 2017 ini, Dewan Keamanan PBB tercatat telah mengeluarkan tiga resolusi sanksi kepada Korea Utara. Pertama, pada 5 Agustus yang melarang impor besi, batu bara dan hasil perikanan.

Kemudian pada 11 September melarang bahan tekstil dan pembatasan suplai sumber daya minyak bumi. Terakhir pada 22 Desember lalu yang melarang produk minyak.

Baca juga: China Masih Jual Minyak ke Korea Utara, Trump Kecewa

AS secara tegas juga mengecam perdagangan barang yang dilarang tersebut ke Korea Utara, terutama dengan pengalihan muatan antara kapal di laut lepas.

Resolusi pemblokiran kapal tersebut mulai diberlakukan dalam resolusi bulan Agustus lalu. Pengecualian untuk kasus terkait kemanusiaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X