Kompas.com - 29/12/2017, 15:00 WIB
Gajah India. WikipediaGajah India.
|
EditorVeronika Yasinta


BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China melarang penjualan gading gajah mulai 31 Desember 2017 untuk mengurangi pembantaian satwa yang terancam punah itu. Sebelumnya, China merupakan importir gading gajah terbesar.

Dilansir dari Straits Times, Jumat (28/12/2017), China telah melakukan sejumlah langkah besar untuk menghapuskan penjualan gading.

Kepala lembaga WildAid, Peter Knights, memperkirakan sekitar 30.000 gajah dibunuh pemburu liar di Afrika setiap tahunnya.

"Kebijakan itu merupakan langkah terbesar untuk mengurangi perburuan gajah," katanya.

Baca juga : Selundupkan 700 Gading Gajah, Wanita China Diadili di Tanzania

Dengan larangan itu diperkirakan perdagangan gading ilegal menurun 80 persen, dan harga gading mentah anjlok 65 persen.

Pabrik ukir gading China dan gerai penjualan gading juga akan gulung tikar. Beberapa pabrik dan pertokoan mulai tutup sejak Maret lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahun ini, harga gading di China lebih rendah 65 persen dibandingkan pada 2014.

Kendati dipuji oleh aktivis hewan, namun Hong Kong bisa menjadi hambatan besar bagi pemberantasan perburuah gajah.

Baca juga : Satu Ton Gading Gajah Ditemukan dalam Kargo Makanan

Larangan penjualan gading tidak akan berlaku di daerah bekas koloni Inggris itu. Padahal, Hong Kong memiliki pasar ritel terbesar. Gading sudah diperdagangkan di sana selama lebih dari 150 tahun.

Pada 2018, parlemen Hong Kong akan melakukan pemungutan suara terakhir atas rencana pelarangan perdagangan gading pada 2018.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X