China Masih Jual Minyak ke Korea Utara, Trump Kecewa

Kompas.com - 29/12/2017, 09:44 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Balai Agung Rakyat China di Beijing, Kamis (9/11/2017). (AFP/Nicolas Asfouri) Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Balai Agung Rakyat China di Beijing, Kamis (9/11/2017). (AFP/Nicolas Asfouri)
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekecewaannya terhadap China yang diduga masih menjual minyak ke Korea Utara.

Dalam kicauannya pada Kamis (28/12/2017), Trump menuliskan pada awal kalimat dengan kata-kata "Caught RED HANDED" yang berarti tertangkap basah.

"Tertangkap basah, sangat kecewa China masih menyediakan minyak untuk Korea Utara. Tidak akan ada solusi bersahabat untuk mengatasi masalah Korea Utara jika hal ini terus terjadi," kicaunya.

Dilansir dari CNN, kicauannya Trump muncul setelah Korea Selatan melaporkan satelitnya menangkap gambar kapal-kapal China memindahkan minyak ke kapal Korea Utara.


Pejabat Gedung Putih dan beberapa Dewan Keamanan Nasional AS tidak dapat menjelaskan kicauan Trump. Mereka memilih tidak menanggapi laporan terbaru dari Korea Selatan.

Kicauan tersebut bisa saja mengacu pada sulitnya pemerintahan Trump meminta China agar semakin menekan Korea Utara.

"Kami menyadari kapal-kapal tertentu telah terlibat dalam kegiatan yang dilarang PBB, termasuk pemindahan minyak sulingan dari kapal ke kapal dan pengangkutan batu bara dari Korea Utara," ujar seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS, tanpa menyebut nama.

"Kami mengutuk tindakan ini dana berharap setiap anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk China, bekerja sama untuk menghentikan kegiatan penyelundupan," tambahnya.

Baca juga : PBB Berlakukan Sanksi Baru ke Korea Utara, Apa Isinya?

Pemerintah AS terus mendesak China untuk mengakhiri semua hubungan ekonomi dengan Korea Utara, termasuk di bidang pariwisata, penyediaan produk minyak atau monyak bumi, dan mengusir semua pekerja Korea Utara.

Kementerian Keuangan AS pada November lalu menyatakan serangkaian kegiatan ekspedisi dan perdagangan Korea Utara telah melakukan pemindahan produk seperi minyak dari kapal ke kapal, untuk menghindari sanksi PBB.

"Kami bertekad untuk memaksimalkan tekanan ekonomi untuk mengisolasi Korea Utara dari kegiatan perdagangan dari luar," kata Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin.

Baca juga : Tekanan China terhadap Korea Utara Dinilai Masih Kurang

Juru bicara Kemenlu China, Hua Chunying membantah kapal China melakukan perdagangan minyak ke Korea Utara.

"Pemerintah China telah secara komprehensif, akurat, setia, dan ketat melaksanakan resolusi PBB terkait Korea Utara," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X