Kompas.com - 28/12/2017, 21:21 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

BANGKOK, KOMPAS.com - Satu keluarga asal Zimbabwe dilaporkan terdampar di bandara Suvarnabhumi Bangkok selama dua bulan terakhir. Mereka ditolak masuk ke Thailand, namun juga menolak kembali ke negara asal.

Polisi imigrasi Thailand, pada Kamis (28/12/2017) mengatakan keluarga yang terdiri dari empat orang dewasa dan empat anak-anak, berusia antara 2 hingga 11 tahun, telah berada di bandara sejak akhir Oktober.

Keluarga itu tertahan di bandara setelah kehabisan visa untuk perjalanan lebih lanjut, namun mereka juga menolak kembali ke Zimbabwe.

Mereka juga ditolak kembali memasuki wilayah kerajaan Thailand karena telah melebihi batas izin tinggal. Kondisi itu membawa keluarga itu akhirnya hanya bisa bertahan di kawasan bandara.

Baca juga: Listrik Padam, Bandara Atlanta di AS Batalkan 1.142 Penerbangan

Kondisi yang dialami keluarga Zimbabwe itu pertama diketahui publik melalui foto yang diunggah salah seorang warga Thailand di Facebook. Mengundang simpati dari berbagai kalangan karena terjadi di masa liburan Natal.

Kepolisian imigrasi mengatakan keluarga itu tiba di Thailand dengan visa turis pada bulan Mei. Namun pada 23 Oktober, saat akan melanjutkan perjalanan ke Spanyol melalui Ukraina, mereka ditolak maskapai penerbangan karena tidak memiliki visa Spanyol.

Dan karena mereka telah melampaui batas izin tinggal di Thailand selama beberapa bulan, mereka dilarang untuk masuk kembali.

Opsi untuk kembali ke Zimbabwe juga ditolak pihak keluarga itu dengan alasan kekhawatiran akan keselamatan mereka jika pulang ke negara mereka.

Beruntung pihak bandara bersedia menyediakan makanan untuk mereka.

Juru bicara Badan Pengungsi PBB di Bangkok, Vivian Tan mengatakan, UNHCR tengah berupaya mencari solusi untuk keluarga tersebut, namun menolak memberi keterangan lebih dengan alasan kerahasiaan.

Baca juga: Pesawat Komersial Akhirnya Darati Bandara Paling Tak Berguna di Dunia

Dengan adanya perjanjian visa on arrival, negara Thailand memang kerap menjadi tujuan bagi mereka yang melarikan diri dari perselisihan maupun kemiskinan.

Namun visa tersebut tidak bisa digunakan untuk menetap secara legal, sehingga mereka yang menghendaki suaka harus mencari negara tujuan lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.