Kompas.com - 28/12/2017, 13:14 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

TUNIS, KOMPAS.com - Hubungan antara dua negara, Turki dan Suriah yang sudah buruk menjadi semakin buruk, setelah kedua pemimpin negara saling menuduh satu sama lain sebagai teroris.

Tuduhan teroris kepada Presiden Suriah Bashar al Assad dilontarkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam kunjungannya ke Tunisia, Rabu (27/12/2017).

Erdogan menyebut Assad sebagai teroris dan tidak mungkin bagi Turki untuk menjalin perdamaian dengan negara yang dipimpin teroris.

"Assad sudah jelas seorang teroris yang memerintah negara teroris," kata Erdogan dalam konferensi pers di Tunis, didampingi Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi.

Baca juga: Erdogan Desak Dunia Akui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

"Tidak mungkin melanjutkan perdamaian dengan Assad. Bagaimana bisa kita meraih masa depan dengan presiden Suriah yang telah membunuh hampir satu juta warganya?" lanjut Erdogan dalam komentar kerasnya.

Dilansir SCMP, menanggapi tuduhan yang dilontarkan Erdogan, Kementerian Luar Negeri Suriah balik menyebut Presiden Turki dengan tuduhan yang sama.

Erdogan disebut bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang terjadi di Suriah dan menuduh Turki telah memberikan dukungannya terhadap semua kelompok teroris.

Pemerintah Suriah merujuk semua pihak yang mengangkat senjata menentang pemerintahan, termasuk kelompok oposisi, sebagai teroris.

Kantor berita Suriah, SANA, mengutip pernyataan sumber kementerian luar negeri yang mengatakan Erdogan terus berupaya menyesatkan opini publik dengan mengarahkan kejahatan atas orang-orang Suriah kepada kelompok teroris.

Turki telah mendesak agar Assad bersedia turun dari kursi kepemimpinan Suriah dan mendukung kelompok pemberontak yang ingin menggulingkannya.

Namun langkah tersebut dilawan Assad dengan menjalin persekutuan dengan Rusia dan Iran untuk sebuah resolusi politik.

Baca juga: Didukung Rusia, Presiden Assad Berterima Kasih kepada Presiden Putin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP,SCMP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.