Ketika Konflik Politik Si Merah vs Si Kuning Mengakar hingga Desa-desa

Kompas.com - 27/12/2017, 19:22 WIB
Boonthawee di rumahnya. Dia juga menyimpan peralatan audio yang terhubung ke-32 pengeras suara disekitar wilayah Mu Song, untuk memberikan pengumuman harian. Dok Karim RaslanBoonthawee di rumahnya. Dia juga menyimpan peralatan audio yang terhubung ke-32 pengeras suara disekitar wilayah Mu Song, untuk memberikan pengumuman harian.
EditorAmir Sodikin
  • Chiang Mai adalah kota pendukung mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Keluarga Shinawatra memiliki catatan sejarah panjang di sana. Pada 2014, koran The Australian melaporkan bahwa 70% dari populasi Chiang Mai adalah pendukung Thaksin yang kemudian terguling. 
  • Pemerintahan militer Thailand yang dipimpin Jenderal Prayut Chan-o-cha telah dua kali menunda pemilihan umum. Terakhir, pemilihan dijadwalkan pada November 2018, yang berarti masyarakat Thailand harus menunggu 4 tahun untuk melaksanakan pemilihan umum.
  • Dengan menekankan pada hubungan yang kuat antar masyarakat, kepala desa setempat mencoba untuk menjembatani perpecahan antara kelompok Merah dan kelompok Kuning.

DI Chiang Mai, nama Shinawatra yang merupakan nama keluarga Thaksin, mantan Perdana Menteri dan juga miliader yang digulingkan, memiliki akar yang kuat.

Sutra Shinawatra adalah merek yang sangat dikenal, karena telah menjadi pelopor produk kain yang awalnya hanya kerajinan tangan lokal, menjadi sebuah industri yang mampu berlaga di level regional.

Loet, ayah Thaksin, adalah anggota parlemen kota Chiang Mai pada 1969 dan 1976. Sementara pamannya, Sujate pernah menjabat walikota setempat.

Nama Shinawatra juga telah “memecah” penduduk Thailand selama lebih dari 10 tahun dengan membagi masyarakat Buddha yang taat menjadi kelompok pendukung Thaksin dengan kaos berwarna merah, dan kelompok oposisi dengan kaos berwarna kuning.

Chiang Mai, kota basis pendukung Thaksin, yang menurut The Australian pada 2014 sebanyak 70 persen penduduknya adalah pendukung Thaksin, turut merasakan dampak dari polarisasi ini.

Pada 2014 itu, sebuah aksi pembersihan nasional dilakukan—setelah kudeta yang menyingkirkan saudara perempuan Thaksin, Yingluck, dari kursi Perdana Menteri— dengan memindahkan gubernur provinsinya ke wilayah Thailand bagian tengah, dan kepala polisinya dipindahkan ke tempat lain.

Jurang pemisah tersebut juga terasa hingga ke tingkat desa. Boonthawee, kepala desa berusia 55 tahun yang memimpin masyarakat Mu Song (Desa Dua), menghadapi masalah tersebut setiap harinya.

“Saya telah memimpin desa dengan 1.200 penduduk ini selama 11 tahun. Saya pernah menangani berbagai macam masalah, seperti kriminal, narkoba, imigran gelap, perkelahian orang mabuk, dan kebakaran… tapi tetap saja, yang paling sulit adalah menjembatani perbedaan pendapat masalah politik,” papar Boonthawee.

Lahir dan dibesarkan di Chiang Mai oleh orangtuanya yang bekerja sebagai pegawai kantoran dan penjual lotere, Boonthawee telah menyaksikan Mu Song berubah dari masyarakat petani padi menjadi seperti masyarakat pinggiran kota.

“Ketika saya kecil dulu,” tutur Boonthawee, “saya membantu Ibu menanam padi dan sayur-sayuran untuk menambah penghasilan. Pagi harinya, saya pergi sekolah di kuil. Selepas itu, saya membantu Ibu berjualan.”

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X