Kompas.com - 26/12/2017, 21:13 WIB
Foto yang memperlihatkan angkatan laut Rusia bersiap di atas kapal perang induk di pelabuhan Tartus di Suriah pada Januari 2012 lalu. SANA / AFPFoto yang memperlihatkan angkatan laut Rusia bersiap di atas kapal perang induk di pelabuhan Tartus di Suriah pada Januari 2012 lalu.
|
EditorAgni Vidya Perdana

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Suriah untuk memperluas markas militer secara permanen di negara itu.

Kementerian Pertahanan Rusia dilaporkan kantor berita RIA, mengatakan pada Selasa (26/12/2017), parlemen telah mengesahkan kesepakatan dengan Damaskus itu.

Nantinya, Rusia akan membangun markas untuk angkatan laut dan udaranya sebagai langkah memperkuat kehadiran negara itu di Suriah.

Dikutip dari Reuters.com, kesepakatan tersebut yang akan ditandatangani pada Januari 2018 mendatang bakal memperluas kawasan fasilitas angkatan laut, Tartus, satu-satunya pangkalan angkatan laut milik Rusia di kawasan Mediterania.

Baca juga: Putin Perintahkan Penarikan Sebagian Pasukan Rusia dari Suriah

Selain itu, kesepakatan tersebut juga mengizinkan kapal perang Rusia untuk memiliki akses ke pelabuhan dan wilayah perairan Suriah.

"Panglima tertinggi (Presiden Vladimir Putin) pada pekan lalu telah menyetujui struktur dan markas di Tartus dan Hmeimim (pangkalan udara). Kami telah memulai membangun kehadiran secara permanen di sana," kata Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, dilansir RIA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pangkalan laut Tartus, yang digunakan sejak masa Uni Soviet,  saat ini dianggap sudah terlalu sempit untuk menampung kapal-kapal perang Rusia yang semakin besar.

Menurut laporan RIA, di masa mendatang, pangkalan tersebut akan mampu untuk menyimpan hingga 11 kapal perang, termasuk kapal nuklir.

Sedangkan pangkalan udara Hmeimim yang sempat digunakan untuk melancarkan serangan bantuan kepada pemerintah Presiden Bashar al-Assad mengatasi pemberontak, ke depan dapat digunakan tanpa batas waktu.

Kesepakatan kedua negara akan berlaku selama 49 tahun dan mungkin diperpanjang.

Baca juga: Penguatan Alutsista, Rusia Prioritaskan Nuklir dan Tank

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.