Kompas.com - 26/12/2017, 15:14 WIB
Kantor Kedutaan Korea Utara di Meksiko. Pemerintah Meksiko telah mengusir duta besar Korea Utara dari negaranya, September lalu. Sedangkan, Jumat (22/12/2017) lalu, pemerintah Peru kembali mengusir duta besar Korea Utara dari negaranya terkait program nuklir dan misil balistik. Alfredo Estrella / AFPKantor Kedutaan Korea Utara di Meksiko. Pemerintah Meksiko telah mengusir duta besar Korea Utara dari negaranya, September lalu. Sedangkan, Jumat (22/12/2017) lalu, pemerintah Peru kembali mengusir duta besar Korea Utara dari negaranya terkait program nuklir dan misil balistik.
|
EditorAgni Vidya Perdana

LIMA, KOMPAS.com - Pemerintah Peru telah mengeluarkan perintah pengusiran untuk dua orang duta besar Korea Utara dari negara mereka. Keduanya diberi waktu 15 hari untuk segera meninggalkan negara Amerika Latin itu.

Pengusiran terhadap dua diplomat itu dilandasi keputusan Korea Utara yang terus melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dengan program nuklirnya.

"Pemerintah Peru telah menginformasikan kepada kedutaan Korea Utara terkait keputusan menyatakan sekretaris utama Pak Myong Chol dan sekretaris ketiga Ji Hyok sebagai persona non grata dalam misi diplomatik di Lima," kata pernyataan kementerian luar negeri Peru, Jumat (22/12/2017).

Baca juga: Protes Program Rudal dan Nuklir Kim Jong Un, Italia Usir Dubes Korut

Persona non grata, yang artinya orang tidak diinginkan, merupakan bentuk kecaman paling serius yang dapat dilakukan pemerintah terhadap orang yang memiliki kekebalan diplomatik.

Kecaman itu sering digunakan oleh pemerintah suatu negara sebagai ekspresi ketidaksenangan terhadap utusan negara lain.

Keputusan tersebut juga didasari temuan pemerintah Peru jika kedua perwakilan Korea Utara itu telah melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan fungsi diplomatiknya.

Dilansir dari AFP, sebelumnya Peru juga sempat mengusir duta besar Korea Utara lainnya pada bulan September.

Saat itu pemerintah Peru mengusir duta besar Kim Hak Chol, juga dengan alasan program misil balistik dan nuklir yang dilakukan Pyongyang.

Langkah yang sama juga telah dilakukan pemerintah Meksiko, Spanyol, Italia dan Kuwait. Negara yang disebut terakhir bahkan telah memutuskan menghentikan penerbitan visa untuk warga Korea Utara.

Baca juga: Protes Uji Coba Nuklir Pyongyang, Meksiko Usir Dubes Korut

Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi sanksi baru kepada Korea Utara pada Jumat (22/12/2017).

Sanksi baru tersebut meningkatkan pembatasan impor hasil dan olahan minyak bumi ke negara terisolasi hingga 89 persen.

Selain itu juga memerintahkan negara anggota PBB untuk memulangkan pekerja asing asal Korea Utara dalam kurun waktu 24 bulan ke depan.

Korea Utara menyikapi sanksi dengan penolakan dan menyebutnya sebagai pelanggaran atas kedaulatan negara mereka dan menjadi pernyataan perang terhadap Pyongyang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.