Kompas.com - 25/12/2017, 23:55 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.com
—Komisi Pemilu Rusia, Senin (25/12/2017), secara bulat menolak pencalonan diri pemimpin oposisi Alexei Navalny untuk maju dalam Pemilu Presiden menghadapi Presiden Vladimir Putin pada 2018. Seruan boikot pemilu langsung disuarakan Navalny.

Dalam pemungutan suara pengambilan keputusan, komisi tersebut mendapatkan suara bulat 12 komisioner menolak pencalonan Navalny. Alasan yang dipakai adalah vonis penjara 5 tahun yang didapat Navalny atas tuduhan penggelapan.

"Kejahatan Navalny masuk kriteria 'serius' dan menentukan hak seseorang untuk menjadi presiden," kata anggota komisi, Boris Ebzeyev, menjelang pemungutan suara, seperti dikutip AFP.

Navalny sontak berang dan menyerukan pemboikotan. Pemimpin oposisi berusia 41 tahun tersebut menyatakan kasus hukumnya adalah politis.

"Kami menyerukan pemogokan pemilih. Kami akan meminta semua orang untuk memboikot pemilihan ini karena kami juga tidak akan mengakui hasilnya," ujar Navalny.

Namun, Navalny juga menyatakan masih akan mengupayakan banding atas putusan Komisi Pemilu Rusia.

Sehari sebelumnya, Minggu (24/12/2017), Navalny menggerakkan demonstrasi di seluruh Rusia. Unjuk rasa itu diikuti tak kurang dari 15.000 orang yang mendukung pencalonan Navalny.

Pada Minggu malam, Navalny mengajukan pencalonan dirinya ke Komisi Pemilu Rusia. Saat itu dia sudah menyatakan kecurigaan begitu Komisi Pemilu Rusia menyampaikan keputusan tentang pencalonannya akan segera dibuat keesokan hari.

AFP juga mencuplik video yang dilansir Navalny setelah keputusan penolakan pencalonannya. Dalam video itu, Navalny mengatakan kantor yang semula dia siapkan sebagai markas kampanye akan berubah menjadi basis jaringan pemogokan pemilu.

"Pergi ke TPS tidak mungkin lagi dan itu tidak pantas," kata Navalny di situ.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.