Kompas.com - 25/12/2017, 19:53 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, ketika menghadiri pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York (8/12/2017). STEPHANIE KEITH/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFPDuta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, ketika menghadiri pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York (8/12/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW YORK, KOMPAS.com - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, mengumumkan AS bakal mengurangi sumbangan PBB untuk tahun anggaran 2018-2019.

Diberitakan New York Post Senin (25/12/2017), Haley menyatakan tengah menegosiasikan pemangkasan 285 juta dolar AS, atau sekitar Rp 3,8 triliun.

Adapun untuk tahun anggaran 2016-2017, sumbangan AS mencapai 5,4 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 73,1 triliun.

Dalam pernyataannya, Haley menyebut PBB adalah organisasi yang tidak efisien dan boros dalam hal pengeluaran.

Baca juga : AS Berencana Potong Sumbangan PBB Sebesar Rp 3,3 Triliun

"Saya tidak akan membiarkan kemurahan hati rakyat Amerika dimanfaatkan tanpa adanya pengawasan ketat," tegas Haley.

Haley melanjutkan, "pemangkasan bersejarah" ini bakal dilanjutkan dengan sejumlah langkah yang dianggapnya bisa membantu manajemen PBB.

Haley menyatakan bakal mengurangi jumlah pegawai AS di PBB, dan mendorong program prioritas PBB di dunia, serta mendesak agar sistem PBB lebih disiplin dan transparan.

"Saya berharap agar kami bisa terus memangkas sumbangan PBB di masa mendatang," tutur Haley.

Manuver diplomat 45 tahun tersebut terjadi setelah Dewan Umum PBB meloloskan resolusi yang menolak pengakuan AS bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel.

Dari 193 anggota Dewan Umum, 128 menyetujui rancangan resolusi yang menolak pengakuan Yerusalem.

Hanya sembilan orang, termasuk AS, yang memilih menolak usul tersebut. Sedangkan 35 negara lainnya menyatakan abstain.

"Kami akan mengingat hari di mana kami menjadi penyumbang terbesar PBB, dan pengaruh kami nyatanya disalahgunakan untuk kepentingan sejumlah pihak," kecam Haley pasca-voting dilakukan.

Baca juga : Trump Ancam Negara Pendukung Resolusi PBB Terkait Yerusalem



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X