Kompas.com - 25/12/2017, 15:41 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

KABUL, KOMPAS.com - Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali mengklaim sebuah serangan yang ditujukan ke dinas intelijen Afghanistan di Kabul.

Kantor berita AFP Senin (25/12/2017) melaporkan, serangan tersebut berjenis bom bunuh diri di jalan utama depan gedung Direktorat Keamanan Nasional Afghanistan (NDS).

Jurubicara kementerian dalam negeri, Najib Danish memaparkan, pelaku bom bunuh diri menyamar sebagai pekerja konstruksi.

Dia meledakkan diri ketika tiba di depan gedung utama NDS. "Aksinya menewaskan enam warga sipil," terang Danish.

Baca juga : ISIS Klaim Serangan ke Pusat Pelatihan Intelijen Afghanistan

Keenam warga sipil itu tewas dalam mobil sedan Toyota ketika tengah melintasi jalan saat peristiwa itu terjadi.

Danish melanjutkan, selain korban tewas, ledakan itu juga mengakibatkan tiga orang terluka.

Sementara kementerian kesehatan memberikan fakta lain, hanya satu orang yang dilaporkan terluka terkena ledakan.

Jurubicara deputi kementerian dalam negeri, Nasrat Rahimi berkata, ledakan terjadi di markas utama NDS di kawasan Shash Darak.

ISIS, lewat media propagandanya, Amaq, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Operasi mati sebagai martir kembali digelar dengan target markas utama NDS di Kabul," demikian pernyataan Amaq.

Bom bunuh diri itu terjadi tepat sepekan pasca-serangan yang dilakukan sekelompok anggota ISIS ke pusat pelatihan intelijen NDS di Afshar (18/12/2017).

Kabul menjadi wilayah yang paling mematikan di Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir.

Polisi maupun pasukan di Afghanistan bersiaga sejak insiden yang terjadi 31 Mei.

Saat itu, sebuah truk penuh dengan bom meledak di sebuah daerah di Kabul. Menewaskan 150 orang, dan melukai 400 lainnya, dengan kebanyakan korban adalah rakyat sipil.

Baca juga : ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri Gereja di Pakistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.