Meriahnya Natal di Timur Tengah: Dari Festival hingga Sinterklas Menunggangi Unta

Kompas.com - 25/12/2017, 14:43 WIB
Perdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri, merayakan Natal bersama anak-anak yatim piatu di Beirut (23/12/2017). STRINGER / AFPPerdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri, merayakan Natal bersama anak-anak yatim piatu di Beirut (23/12/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

BEIRUT, KOMPAS.com - Senin (25/12/2017), umat Kristen merayakan Hari Natal, atau hari kelahiran Yesus Kristus.

Kemeriahan dan keceriaan natal terjadi di seluruh dunia. Tidak terkecuali di Timur Tengah.

Kompas.com merangkum meriahnya perayaan Natal yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah:

Lebanon
Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri, menggelar perayaan Natal bagi puluhan anak-anak yatim piatu di ibu kota Beirut.

Dilansir Daily Star (23/12/2017), Hariri mengemas perayaan tersebut dalam berbagai pernak-pernik. Di antaranya pohon Natal, hadiah, salju imitasi, dan Sinterklas.

Baca juga : Gara-gara Trump, Malam Natal di Betlehem Tak Semeriah Biasanya

Suasana misa malam Natal di Gereja Santo Paulus, Mosul, Irak (24/12/2017). Sudah tiga tahun lamanya umat Kristiani di Mosul tidak merayakan Natal setelah ISIS mendeklarasikan diri pada 2014.Ahmad Muwafaq/AFP Suasana misa malam Natal di Gereja Santo Paulus, Mosul, Irak (24/12/2017). Sudah tiga tahun lamanya umat Kristiani di Mosul tidak merayakan Natal setelah ISIS mendeklarasikan diri pada 2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Irak
Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, perayaan Natal kembali menghampiri Mosul, Irak.

Pada 2014, pemimpin kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakar al-Baghdadi, mendeklarasikan Mosul sebagai ibu kota kekhalifahan ISIS.

Namun, Juni lalu, pasukan gabungan pemerintah Irak dan paramiliter berhasil mengusir ISIS dari Mosul.

Kekalahan ISIS ditandai dengan peledakan Masjid Nuri, tempat Baghdadi mendeklarasikan diri.

Seperti dikutip The Jerusalem Post (24/12/2017), warga Mosul menyambut Natal dengan berbagai cara.

Di antaranya, umat Muslim membantu membersihkan Gereja Santo Paulus yang dipergunakan untuk misa Natal.

"Beberapa pemuda membantu membersihkan gereja sehingga umat Kristiani bisa merayakan Natal," kata seorang warga bernama Saad Ahmed.

Baca juga : PBB: ISIS Eksekusi 714 Warga Sipil Selama Pertempuran Mosul

 

Marching Band berparade di Manger Square, Betlehem, Palestina (24/12/2017). Konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel tidak menyurutkan perayaan Natal yang ada di sana.Hazem Bader/AFP Marching Band berparade di Manger Square, Betlehem, Palestina (24/12/2017). Konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel tidak menyurutkan perayaan Natal yang ada di sana.

Palestina
Situasi di Palestina dalam tiga pekan terakhir sangat menegangkan.

Hal itu terjadi pasca-pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel (6/12/2017).

Setiap hari, warga Palestina terlibat bentrok dengan aparat keamanan Israel dengan korban tewas mencapai sembilan orang.

Namun, ketegangan itu tidak menyurutkan umat Kristiani di sana untuk merayakan Natal. Seperti yang terjadi di Betlehem, Tepi Barat. Betlehem adalah kota tempat kelahiran Yesus.

Dilansir dari Haaretz Minggu (24/12/2017), mereka menggelar festival di Manger Square dengan dimeriahkan oleh marching band Palestina.

"Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa adalah kota yang mengagungkan kebebasan, kemerdekaan, dan hidup," tutur Wali Kota Betlehem Anton Salman.

Baca juga : Presiden Palestina Tegas Tolak AS dalam Upaya Perdamaian Timur Tengah

Mantan pemain basket, Issa Kassassieh, mengenakan kostum Sinterklas, dan menaiki unta menebarkan perayaan Natal di jalan-jalan Yerusalem (21/12/2017).Jessica Steinberg/Times of Israel Mantan pemain basket, Issa Kassassieh, mengenakan kostum Sinterklas, dan menaiki unta menebarkan perayaan Natal di jalan-jalan Yerusalem (21/12/2017).

Yerusalem
Mantan pemain bola basket, Issa Kassissieh, mengenakan kostum sebagai Sinterklas untuk menebar keceriaan Natal di Yerusalem Kamis (21/12/2017).

Bedanya, jika Sinterklas menungganggi rusa kutub, maka Kassissieh memilih menaiki unta.

"Saya suka rela melakukannya. Hal ini membuat saya sangat bahagia," ujar Kassissieh kepada The Times of Israel.

Pemain berjuluk Issa 6 itu melanjutkan, semua orang di Yerusalem sangat menyukai Sinterklas. Tidak peduli dari agama apa dia berasal.

"Semua orang ingin melihat saya. Mereka bahagia jika bisa bertemu dengan Sinterklas," papar Kassissieh kembali.

Baca juga : Tak Mengikat, Apa Arti Resolusi Majelis Umum PBB soal Yerusalem?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.