Korban Badai Tropis di Filipina Capai 200 Tewas dan 144 Hilang

Kompas.com - 24/12/2017, 17:38 WIB
Foto udara menunjukkan kondisi kota Kabacan di Catobato utara, selatan pulau Mindanao usai diterjang badai tropis Tembin dan banjir, Sabtu (23/12/2017).Ferdinandh Cabrera / AFP Foto udara menunjukkan kondisi kota Kabacan di Catobato utara, selatan pulau Mindanao usai diterjang badai tropis Tembin dan banjir, Sabtu (23/12/2017).

MANILA, KOMPAS.com - Korban akibat badai tropis Tembin yang melanda Filipina bagian selatan dilaporkan telah mencapai 200 orang tewas. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah dengan masih ada 144 orang yang dinyatakan hilang.

Tak hanya korban tewas dan hilang, lebih dari 70.000 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke kamp-kamp pengungsian.

Badai tropis Tembin menerjang pulau Mindanao, rumah bagi 20 juta warga, pada Jumat (22/12/2017) dengan angin kencang dan hujan lebat.

Menyapu setidaknya satu desa di wilayah pegunungan dan memaksa dilakukannya upaya penyelamatan besar-besaran.

Baca juga: Siklon Tropis Terjadi di Filipina, Ini Dampaknya Bagi Indonesia

Menurut Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), cuaca buruk yang masih terjadi menghambat upaya pencarian korban selamat.

"Orang-orang telah meninggalkan harta benda mereka saat melarikan diri demi menjaga keselamatan diri mereka," kata Manajer Operasi dan Program IFRC di Filipina, Patrick Elliott, dikutip AFP, Minggu (24/12/2017).

Daerah yang paling parah terdampak bencana adalah sebuah desa di pegunungan, Dalama, yang hampir dihapuskan dari peta setelah banjir menerjang dan menghanyutkan 103 rumah warga.

Rekaman ABS-CBN menunjukkan bagaimana rumah-rumah di desa tersebut hancur, serta korban terkubur tanah longsor, menyulitkan upaya yang dilakukan tim penyelamat.

Kepolisian bersama tentara dan para sukarelawan menggunakan sekop maupun tangan kosong mencoba menggali lumpur untuk mencari kemungkinan adanya korban yang masih selamat.

Baca juga: Kapal Feri Berpenumpang 251 Orang Terbalik di Perairan Filipina

Juru bicara Presiden, Harry Roque mengatakan dalam siaran persnya, Sabtu (23/12/2017), pemerintah menjanjikan bantuan akan terus dikirimkan segera kepada para korban.

Setiap tahun, Filipina dilewati sekitar 20 badai besar. Namun, kawasan selatan seperti Mindanao disebut relatif jarang dilintasi badai.


EditorAgni Vidya Perdana
SumberAFP

Close Ads X