Kompas.com - 24/12/2017, 17:38 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

MANILA, KOMPAS.com - Korban akibat badai tropis Tembin yang melanda Filipina bagian selatan dilaporkan telah mencapai 200 orang tewas. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah dengan masih ada 144 orang yang dinyatakan hilang.

Tak hanya korban tewas dan hilang, lebih dari 70.000 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke kamp-kamp pengungsian.

Badai tropis Tembin menerjang pulau Mindanao, rumah bagi 20 juta warga, pada Jumat (22/12/2017) dengan angin kencang dan hujan lebat.

Menyapu setidaknya satu desa di wilayah pegunungan dan memaksa dilakukannya upaya penyelamatan besar-besaran.

Baca juga: Siklon Tropis Terjadi di Filipina, Ini Dampaknya Bagi Indonesia

Menurut Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), cuaca buruk yang masih terjadi menghambat upaya pencarian korban selamat.

"Orang-orang telah meninggalkan harta benda mereka saat melarikan diri demi menjaga keselamatan diri mereka," kata Manajer Operasi dan Program IFRC di Filipina, Patrick Elliott, dikutip AFP, Minggu (24/12/2017).

Daerah yang paling parah terdampak bencana adalah sebuah desa di pegunungan, Dalama, yang hampir dihapuskan dari peta setelah banjir menerjang dan menghanyutkan 103 rumah warga.

Rekaman ABS-CBN menunjukkan bagaimana rumah-rumah di desa tersebut hancur, serta korban terkubur tanah longsor, menyulitkan upaya yang dilakukan tim penyelamat.

Kepolisian bersama tentara dan para sukarelawan menggunakan sekop maupun tangan kosong mencoba menggali lumpur untuk mencari kemungkinan adanya korban yang masih selamat.

Baca juga: Kapal Feri Berpenumpang 251 Orang Terbalik di Perairan Filipina

Juru bicara Presiden, Harry Roque mengatakan dalam siaran persnya, Sabtu (23/12/2017), pemerintah menjanjikan bantuan akan terus dikirimkan segera kepada para korban.

Setiap tahun, Filipina dilewati sekitar 20 badai besar. Namun, kawasan selatan seperti Mindanao disebut relatif jarang dilintasi badai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.