AS Bantu Tingkatkan Sistem Pertahanan Ukraina

Kompas.com - 24/12/2017, 16:09 WIB
Tentara Ukraina saat mengikuti latihan militer di dekat kota Divychky, 80 kilometer dari Kiev, pada Oktober 2017. Sergei Supinsky / AFPTentara Ukraina saat mengikuti latihan militer di dekat kota Divychky, 80 kilometer dari Kiev, pada Oktober 2017.
|
EditorAgni Vidya Perdana

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pada Jumat (22/12/2017) akan membantu Ukraina dalam meningkatkan sistem pertahanannya.

Langkah itu dinilai banyak pihak akan berdampak pada semakin meningkatnya konflik yang terjadi di Ukraina, antara pasukan pemerintah dengan kelompok separatis pro-Rusia.

Tak hanya itu, langkah tersebut juga mengancam hubungan yang sedang dibangun AS dengan Moskwa.

"AS telah memutuskan menyediakan peningkatan pertahanan untuk Ukraina sebagai upaya kami membangun negara tersebut membangun kapasitas pertahanan jangka panjang mereka dan mempertahankan kedaulatan serta integritas dalam mencegah agresi lebih lanjut," tulis pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Baca juga: Perempuan Sniper Rusia Berjuluk Putri Salju Tewas di Ukraina

Ditambahkan, bantuan AS sepenuhnya bersifat defensif dan Ukraina tetap sebagai negara yang berdaulat dan berhak membela diri. AS tetap berkomitmen pada kesepakatan Minsk.

Laporan berita ABC mengutip pejabat luar negeri AS menyebut mereka akan memasok Ukrainan dengan 210 misil anti-tank, dan 35 peluncur rudal Javelin yang canggih senilai 47 juta dolar AS (sekitar Rp 637 miliar).

Atas langkah AS tersebut, Rusia menyebut Washington telah mendorong terjadinya pertumpahan darah di Ukraina timur. AS dianggap telah melewati batas dan mengobarkan konflik di Ukraina timur.

"Hari ini AS telah mendorong otoritas Ukraina pada pertumpahan darah yang baru. Senjata Amerika bisa menimbulkan korban baru di negara tetangga kami," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, pada Sabtu (23/12/2017).

Baca juga: AS Berjanji Perkuat Militer Ukraina, Saksi bagi Rusia Tetap Berlaku

Pejabat Luar Negeri lainnya, Grigory Karasin mengatakan langkah AS akan merusak usaha mencapai penyelesaian politik di Ukraina. Dia menuduh Washington telah memilih untuk mendukung perang di Kiev.

"Keputusan AS telah mengacaukan upaya menerapkan kesepakatan Minsk tahun 2015. Hal ini tidak bisa diterima," kata Karasin kepada kantor berita TASS.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X