Kompas.com - 24/12/2017, 13:36 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

MANILA, KOMPAS.com - Kebakaran melanda sebuah pusat perbelanjaan di kota Davao, Filipina, Sabtu (23/12/2017). Jumlah korban tewas dikhawatirkan mencapai puluhan.

Gedung empat lantai tersebut juga menjadi tempat kantor pusat panggilan milik perusahaan AS yang beroperasi 24 jam. Diduga para staf yang sedang bekerja tidak dapat menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.

Disampaikan Wali Kota Davao, Sara Duterte, pihak pemadam kebakaran telah melaporkan kecil kemungkinan ada korban selamat dari orang-orang yang terjebak di dalam gedung.

Baca juga: Kapal Feri Berpenumpang 251 Orang Terbalik di Perairan Filipina

"Pemadam kebakaran menilai tidak akan ada yang bisa bertahan dalam suhu panas dan juga asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran itu," kata putri Presiden Filipina Rodrigo Duterte itu.

Dilansir dari AFP, kebakaran bermula pada Sabtu (23/12/2017) pagi di Mal NCCC itu, menimbulkan asap yang membumbung tinggi di langit kota.

Kebakaran tersebut menambah duka Filipina yang juga tengah dilanda bencana banjir dengan korban tewas telah mencapai 200 jiwa.

Presiden Duterte, yang meninjau lokasi kebakaran yang terjadi di kampung halamannya itu, mencoba menguatkan hati para keluarga korban dan mengatakan untuk bersiap akan kemungkinan terburuk.

Jimmy Quimsing, yang anaknya bekerja di pusat panggilan di lantai empat mal yang terbakar itu berusaha tabah.

"Dia (Presiden Duterte) mengatakan kepada kami kemungkinannya nol untuk ada korban yang selamat," ujarnya kepada AFP.

Kepala Pemadam Kebakaran Davao, Honeyfritz Alagano mengatakan, api kemungkinan muncul dari percikan di lantai tiga mal yang memiliki bagian furnitur.

Baca juga: Siklon Tropis Terjadi di Filipina, Ini Dampaknya Bagi Indonesia

Dia juga mengatakan kemungkinan korban adalah staf yang terjebak di lantai empat

"Bangunan mal ini adalah ruang tertutup tanpa ventilasi. Ketika petugas pemadam kebakaran mencoba masuk, mereka terdorong oleh asap dan api," katanya.

Kebakaran besar yang menimbulkan banyak korban jiwa kerap terjadi di Filipina, terutama di kawasan kumuh di mana hampir tidak ada standar keselamatan kebakaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.