Puigdemont Disarankan Pertimbangkan Lagi Langkah Kembali ke Catalonia

Kompas.com - 24/12/2017, 12:45 WIB
Ribuan pesan-pesan perdamaian yang digantung di pohon zaitun, ditulis warga selama berlangsungnya pemilu regional di Calatonia, Kamis (21/12/2017). Pau Barrena / AFPRibuan pesan-pesan perdamaian yang digantung di pohon zaitun, ditulis warga selama berlangsungnya pemilu regional di Calatonia, Kamis (21/12/2017).
|
EditorAgni Vidya Perdana

BARCELONA, KOMPAS.com - Pemimpin tersingkir Catalonia, Carles Puigdemont disarankan untuk mempertimbangkan situasi sebelum benar-benar memutuskan kembali ke negaranya.

Pengacara Puigdemont, Jaume Alonso-Cuevillas menyarankan kepada kliennya untuk mengevaluasi situasi di Catalonia.

"Para prinsipnya kami akan tetap kembali, tapi saya menyarankan agar lebih dulu mengevaluasi situasi karena pada saat dia kembali, dia akan ditangkap," kata dia pada stasiun radio di Catalonia.


Partai-partai pro-kemerdekaan memang berhasil mengalahkan pemerintah pusat Spanyol dalam jumlah kursi di pemerintahan usai pemilihan regional yang digelar Kamis (21/12/2017) lalu.

Baca juga: Kelompok Separatis Menang di Pemilu Catalonia

Namun partai pro-persatuan tetap meraih suara terbanyak dan keluar sebagai pemenang yang berhak membentuk pemerintahan baru.

Masih belum ada kepastian bagaimana langkah yang akan diambil partai-partai pro-kemerdekaan sebagai oposisi.

"Kami harus menilai apakah layak bagi Puigdemont untuk kembali saat ini, jika dia bisa berbuat lebih baik di dalam daripada di luar."

"Karena jelas jika dia kembali dan dipenjara maka akan menciptakan konflik politik yang sangat signifikan," tambah Alonso dikutip dari AFP.

"Saat ini kami masih mempelajari setiap skenario yang mungkin terjadi," tambah Manajer Kampanye Puigdemont, Elsa Artadi.

Artadi juga menyerukan untuk dilakukannya perundingan dengan pemerintah pusat Spanyol, dalam hal ini Perdana Menteri Mariano Rajoy.

Meskipun sebelumnya PM Rajoy telah mengatakan Puigdemont bukanlah pihak yang seharusnya ditemuinya. Namun demikian Rajoy tidak keberatan bertemu selama masih dalam batas-batas hukum legal.

Baca juga: PM Spanyol Tak Ingin Bertemu dengan Puigdemont

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X