Kompas.com - 22/12/2017, 21:39 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan telah memerintahkan kepada 27 lembaga bantuan internasional untuk menghentikan kegiatannya setelah dinilai bekerja tanpa izin resmi.

Kementerian Dalam Negeri memberi waktu 90 hari kepada organisasi non-pemerintahan itu untuk menyelesaikan tugasnya.

Berdasar daftar yang dikutip Reuters, beberapa organisasi yang dilarang beroperasi tersebut di antaranya World Vision, Plan International, Pathfinder International, Danish Refugee Council, George Soros’ Open Society Foundations, Oxfam Novib, dan Marie Stopes.

Baca juga: Serangan Taliban ke Sekolah Pakistan Tewaskan 9 Orang

Menteri Urusan Dalam Negeri Pakistan, Talal Chaudhry mengatakan, alasan penutup sejumlah organisasi non-pemerintah tersebut karena mereka beraktivitas di Pakistan, yang berada di luar mandat mereka.

"Karena itu mereka tidak memiliki izin resmi" kata Chaudhry dikutip dari Arab News, Jumat (22/12/2017).

Chaudhry menolak memberi contoh spesifik, namun dia mengatakan organisasi yang dimaksud menggunakan dana mereka untuk urusan administrasi tanpa melakukan tugas yang mereka sampaikan dan bekerja di luar wilayah yang diizinkan.

Langkah penutupan oleh pemerintah itu pun memancing aktivis hak asasi untuk melakukan penolakan.

Forum Kemanusiaan Pakistan (PHF), yang merepresentasikan 63 kelompok bantuan internasional mengatakan, 11 di antaranya masuk dalam daftar yang dikeluarkan pemerintah.

"Mereka semua mengatakan akan mengajukan banding. Pemerintah tidak memberikan alasan yang jelas atas penolakan organisasi-organisasi ini," kata forum itu.

Baca juga: Polisi Turki Selamatkan 57 Migran Pakistan dari Penyelundup

Seluruh 27 organisasi yang diminta tutup juga mengatakan tidak menerima alasan yang jelas atas perintah penutupan tersebut.

"Pemerintah pasti mempunyai alasan dan alasan itulah yang sebaiknya dibagikan kepada organisasi," kata perwakilan salah satu organisasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Arab News
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.