Kompas.com - 22/12/2017, 13:06 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


BEIJING, KOMPAS.com - Tahun ini menjadi tahun terburuk bagi industri pariwisata Korea Utara.

Perusahaan yang telah membangun bisnisnya untuk membawa para pelancong berpetualang ke negara terisolasi ini telah dilanda kesuraman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang terlibat perang retorika dengan Kim Jong Un, melarang warganya mengunjungi negara tersebut.

Pemerintah AS melarang penduduknya berkunjung ke Korea Utara ketika seorang pelajar bernama Otto Warmbier (22) meninggal dunia pada Juni 2017, setelah ditahan di Korea Utara.

"Bisnis ini turun setidaknya 50 persen sejak Juni 2017," ujar Nicholas Bonner, salah satu pendiri Koryo Group, perusahaan tur terbesar yang membawa turis dari negara Barat ke Korea Utara berbasis di Beijing, China.

"Aneh, Anda mungkin berpikir akan lebih banyak (penurunan), tapi banyak orang yang masih terpesona dengan apa yang terjadi di negara ini," katanya, seperti dilansir dari CNN.

Baca juga : Mewahnya Stasiun Kereta Bawah Tanah di Korea Utara

Bonner telah membawa wisatawan ke Korea Utara selama 25 tahun.

Sejak 2013, sekitar 4.000 turis dari negara Barat per tahun telah berkunjung ke Korea Utara. Sementara, turis asal China yang paling banyak berwisata ke Korea Utara juga dilaporkan mengalami penurunan.

Sekitar 1/5 dari turis Barat yang berpetualang ke Korea Utara berasal dari AS. Bonner yang merupakan warga negara Inggris ini berharap turis lain tidak mengikuti jejak AS.

Selain AS, turis asal Inggris, Jerman, Australia, dan Kanada menjadi klien utama perusahaan travel Koryo.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.