Tabrak 19 Orang, Pengemudi di Australia Diduga Idap Gangguan Mental - Kompas.com

Tabrak 19 Orang, Pengemudi di Australia Diduga Idap Gangguan Mental

Kompas.com - 22/12/2017, 12:36 WIB
Petugas paramedis menangani para korban yang tertabrak di depan Stasiun Flinders Street. (ABC News/Gus Goswell)
Petugas paramedis menangani para korban yang tertabrak di depan Stasiun Flinders Street. (ABC News/Gus Goswell)


MELBOURNE, KOMPAS.com - Seorang pria dengan sengaja menabrakkan mobilnya dan melukai 19 orang, di luar Stasiun Flinders Street, Melbourne, Australia, pada Kamis (21/12/2017).

Dilansir dari Australia Plus, polisi menyatakan tersangka berusia 32 tahun merupakan warga negara Australia keturunan Afganistan, diketahui sebagai pengguna narkoba dan pengidap penyakit mental.

Insiden terjadi sekitar pukul 16.40 waktu setempat kemarin, menyebabkan 19 orang dilarikan ke rumah sakit, termasuk seorang bocah laki-laki berusia empat tahun.

12 korban masih berada di rumah sakit hingga Jumat (22/12/2017) pagi. Salah satu korban luka lainnya, seorang pria berusia 80-an tahun, berada dalam kondisi kritis.

Baca juga : Terduga Agen Pasar Gelap Korea Utara di Australia Jalani Sidang

Pejabat Komisioner Kepolisian Victoria, Shane Patton mengatakan, kondisi bocah empat tahun, yang dibawa ke Rumah Sakit Royal Children dengan cedera di kepala, telah membaik.

Dia mengatakan saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Pelaku sebelumnya sedang menjalani perawatan kesehatan mental dan melewatkan janji pertemuan dengan dokter pada hari terjadinya peristiwa itu.

"Tadi malam penyidik mendapat akses ke pelaku, tapi tidak dapat melakukan pemeriksaan resmi. Polisi melakukan pembicaraan pendahuluan dengannya," katanya.

Baca juga : Terjebak di Lubang Tambang 2 Hari, Perempuan di Australia Selamat

"Dia berbicara tentang mimpi dan tentang suara-suara, tapi juga menghubungkan beberapa aktivitasnya dengan penganiayaan terhadap umat Islam," ucap Patton mengutip apa yang disampaikan pelaku.

"Tentu saja kami terus mengeksplorasi keseluruhan kejadian ini dan coba memastikan apa motivasinya,' tambahnya.

Penggeledahan telah dieksekusi tadi malam, namun tidak ditemukan kaitan dengan terorisme.

"Kami belum menemukan apa-apa untuk menunjukkan keterkaitan atau keterlibatannya dengan ekstremisme apapun, dengan organisasi terorisme atau apapun yang bersifat teroris," katanya.

Baca juga : Mengerikan, Lima Manta Terjerat Jaring Penghalau Hiu di Australia

Pelaku berada dalam status ditahan di rumah sakit dan akan diperiksa secara formal hari ini.

Saksi mata kejadian mengaku mendengar bunyi keras saat mobil tersebut menabrak pejalan kaki. Dia juga melihat orang-orang terlempar ke udara sebelum mobil itu menabrak stasiun trem dan berhenti.

"Kami meyakini berdasarkan apa yang telah kita lihat, bahwa ini tindakan yang disengaja," kata Komandan Kepolisian Victoria Russell Barrett kemarin.


EditorVeronika Yasinta
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X