Kompas.com - 22/12/2017, 10:29 WIB
Perdana Menteri Shinzo Abe bersama militer Jepang. T Hanai/ReutersPerdana Menteri Shinzo Abe bersama militer Jepang.
|
EditorVeronika Yasinta


TOKYO, KOMPAS.com - Anggaran pertahanan Jepang bakal memecahkan rekor tertingginya menjadi 46 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp 623,6 triliun pada tahun fiskal 2018, menyusul ancaman Korea Utara yang terus meningkat.

Dilansir dari AFP, Jumat (22/12/2017), belanja pertahanan itu merupakan bagian dari anggaran fiskal 2018 senilai 860 miliar dolar AS, yang dimulai pada April tahun depan.

Bujet pertahanan Jepang tersebut meningkat dalam enam tahun berturut-turut untuk memperkuat militer dalam menghadapi ancaman rezim Kim Jong Un, yang telah menembakkan dua rudal melewati Jepang.

Bulan lalu, Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM), dan terjatuh ke perairan zona ekonomi eksklusif Jepang.

Baca juga : Tekanan China terhadap Korea Utara Dinilai Masih Kurang

Dana pertahanan ekstra itu termasuk mencakup biaya persiapan untuk mengenalkan sistem penghalau rudal, Aegis Ashore.

"Pada saat Korea Utara meningkatkan kemampuan rudal balistiknya, kita perlu untuk memperkuat pertahanan," ujar Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera, awal bulan ini.

Jepang juga berencana untuk membeli rudal jelajah jarak jauh dengan jangkauan 900 km buatan perusahaan di AS.

Sejak kunjungan pertamanya pada ke Jepang, Presiden AS Donald Trump mendukung peningkatan kesiapan militer dengan mengatakan seluruh sekutu AS di Pasifik harus memberi peralatan militer AS.

Baca juga : Sistem Misil Baru Jepang Bakal Beroperasi 2023

Yukio Edano, pemimpin oposisi terbesar,Partai Demokrat Konstitusional Jepang, mengatakan peningkatan pembelian rudal akan menjadi perselisihan di antara anggota parlemen.

Akira Kato, profesor politik internasional dan keamanan regional Universitan JF Oberlin Tokyo, berpendapat kepemimpinan PM Shinzo Abe memanfaatkan ancaman Korea Utara sebagai kekuatan untuk meningkatkan sistem pertahanannya.

"Jepang akan terus memperkuat pertahanannya untuk saat ini," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.