Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/12/2017, 23:27 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

NEW YORK, KOMPAS.com - Korea Utara dilaporkan telah memulai sejumlah tes untuk dapat memuat bakteri penyakit ke dalam misil balistik.

Dilaporkan surat kabar Jepang, Asahi, yang mengutip sumber dekat badan intelijen Korea Selatan, negara tertutup itu telah memulai eksperimen untuk dapat memuat antraks ke dalam misil balistik antar-benua (ICBM) dan meluncurkannya ke atmosfer bumi.

"Korea Utara telah memulai eksperimen untuk membuat antraks dapat bertahan pada suhu di atas 7.000 derajat celsius."

"Suhu yang dihasilkan saat ICBM melewati lapisan atmosfer bumi," tulis laporan media itu, Rabu (20/12/2017).

"Namun belum dikonfirmasi apakah percobaan yang dilakukan berhasil atau tidak," lanjut laporan itu, dikutip Fox News.

Baca juga: Korut Bakal Ajak AS Berdialog Jika Berhasil Lakukan Ini

Kabar tes Korea Utara itu muncul hanya berselang dua hari usai Gedung Putih yang mengatakan negara tersebut sedang meneliti senjata biologis dan kimia yang bisa dikirim menggunakan misil.

Namun tuduhan tersebut dibantah pemerintahan Kim Jong Un dengan menyebut AS terlalu memaksakan fakta menjadi kebenaran.

Korea Utara bahkan balik menuduh AS sendiri yang telah menggunakan senjata biologis selama berlangsungnya Perang Korea.

"Sudah menjadi stereotip AS yang mengungkapkan ketidakbenaran sebagai kebenaran. Mereka terus bersikeras hitam adalah putih dan melakukan apapun demi memuaskan keserakahan mereka," tulis pernyataan KCNA.

"Justru AS, yang berbicara tentang moralitas dan peradaban, adalah negara kriminal yang membantai orang-orang Korea dengan senjata bakteri selama Perang Korea," tambah media pemerintah itu.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi ke Korea Utara Terkait Serangan WannaCry

Dugaan bahwa Korea Utara melakukan pengembangan senjata biologis juga telah diungkapkan Korea Selatan sejak lama.

Seoul meyakini Pyongyang telah memulai program senjata biologis dan kimia sejak awal 1960an dan mulai mempersenjatai agen biologis pada 1980an.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Fox News
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.