Kompas.com - 21/12/2017, 14:46 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

KAIRO, KOMPAS.com - Seorang kolonel di Mesir dijebloskan ke penjara setelah dia mengumumkan keinginannya maju ke dalam pemilihan presiden 2018.

November lalu, Kolonel Ahmed Konsowa mengumumkan bahwa dia bakal menjadi kandidat presiden.

"Saya dengan bangga mengumumkan berniat memecah kebuntuan politik dengan maju pada pilpres 2018," ucap Konsowa dalam video berdurasi 22 menit.

Dalam video tersebut, meski tidak menyebut Presiden Abdel Fatah al-Sisi, Konsowa mengkritik pemerintahan sekarang yang abai terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

"Mesir tidak bisa menunggu terlalu lama untuk mengikuti perkembangan dunia, dan meningkatkan kepedulian akan hak asasi," ujar Konsowa dalam pernyataannya.

Baca juga : Mesir Berjuang Melawan Malapetaka Lonjakan Populasi

Namun, pasca-video pengumuman itu beredar, Konsowa langsung ditangkap oleh polisi militer Mesir 4 Desember lalu.

Setelah ditahan dan diinterogasi selama 15 hari, Rabu (20/12/2017), pengadilan menjatuhkan vonis penjara enam tahun kepada Konsowa.

Pengacara Konsowa, Asad Haykal, dilansir AFP via Al Jazeera menuturkan, kliennya dianggap melanggar kode etik ketentaraan.

"Seorang tentara dilarang untuk terlibat di politik sepanjang dia masih aktif berdinas," ujar Haykal.

Dalam pernyataannya, Konsowa mengaku kecewa dengan sidang yang dianggapnya tidak adil tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.