Terduga Agen Pasar Gelap Korea Utara di Australia Jalani Sidang

Kompas.com - 21/12/2017, 10:31 WIB
Polisi Australia menuntut pria asal Sydney karena bertindak sebagai agen ekonomi untuk Korea Utara. Pria itu dituduh melakukan percaloan dan mendiskusikan penawaran senjata pemusnah massal. (Australia Plus) Polisi Australia menuntut pria asal Sydney karena bertindak sebagai agen ekonomi untuk Korea Utara. Pria itu dituduh melakukan percaloan dan mendiskusikan penawaran senjata pemusnah massal. (Australia Plus)
EditorVeronika Yasinta


SYDNEY, KOMPAS.com - Chan Han Choi (59), pria asal Sydney, Australia, mulai menjalani persidangan, pada Rabu (20/12/2017) setelah polisi menangkapnya atas tuduhan sebagai agen pasar gelap untuk Korea Utara.

Chan dituduh menjual batu bara dan pasokan komponen senjata asal Korea Utara secara ilegal.

Pemerintah menyebut kasus ini sebagai pertama kalinya bagi seseorang di Australia yang dituntut melakukan percaloan penjualan dan membahas pasokan senjata pemusnah massal.

Laporan dari Australia Plus menyebutkan, Chan sempat muncul melalui tautan video di Pengadilan Tinggi Central Sydney memilih untuk tidak mengajukan permohonan jaminan.

Baca juga : Seorang WN Australia Hasilkan Puluhan Juta Dolar untuk Korea Utara

Dia terlihat mengenakan baju warna hijau dan mengusap rambutnya saat mendengarkan penerjemahnya. Chan ditangkap oleh Kepolisian Federal Australia di pinggiran kota Eastwood, Sydney, akhir pekan lalu.

Berkas dakwaan pada sidang itu mengungkap tuduhan mengenai keterlibatan Chan dalam penjualan rudal.

Selain itu, polisi mengklaim Choi telah memberikan layanan perantara untuk penjualan batu bara dari Korea Utara  ke sejumlah entitas di Vietnam.

Choi nampak duduk diam selama persidangan. Dia berbicara dengan sang penerjemah terkait kesulitannya memahami persidangan.

Baca juga : Tekanan China terhadap Korea Utara Dinilai Masih Kurang

Hakim Megan Greenwood memerintahkan sidang kasus ini untuk digelar kembali di Pengadilan Tinggi Pusat pada 28 Februari 2018.

Chan berusaha untuk melakukan transaksi ilegal yang menghasilkan puluhan juta dolar bagi negara pimpinan Kim Jong Un.

Saat ini, dia berada dalam tahanan dan menghadapi enam tuduhan sekaligus dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Baca juga : AS Jatuhkan Sanksi ke Korea Utara Terkait Serangan WannaCry

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan penangkapan 'agen' Korea Utara itu menekankan pentingnya semua negara memberikan sanksi kepada Korea Utara.

"Sangat penting bagi semua negara untuk memberlakukan sanksi tersebut," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X