Kompas.com - 21/12/2017, 05:12 WIB
Perempuan dan anak-anak terlihat di luar tenda di kamp Furat (Efrat) untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dari Deir Ezzor, sebelah utara kota Kafr Dariyan di provinsi utara Idlib, Suriah. Foto diambil pada 27 November 2017. Ibrahim Yasouf / AFPPerempuan dan anak-anak terlihat di luar tenda di kamp Furat (Efrat) untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dari Deir Ezzor, sebelah utara kota Kafr Dariyan di provinsi utara Idlib, Suriah. Foto diambil pada 27 November 2017.
|
EditorAgni Vidya Perdana

DAMASKUS, KOMPAS.com - Sebuah serangan udara yang dilancarkan pada Selasa (19/12/2017) malam menyasar kawasan perumahan warga, menewaskan setidaknya 19 orang. Tujuh di antaranya anak-anak.

Serangan itu menghantam perumahan di kota Maarshurin, sebuah kota yang dikuasai pemberontak di provinsi Idlib.

"Serangan udara diduga dilakukan Rusia, menyasar sejumlah rumah tinggal di Maarshurin," kata Ketua Pengawasan Hak Asasi Manusia untuk Suriah, Rami Abdel Rahman dilansir AFP, Rabu (20/12/2017).

Baca juga: Serangan Udara Koalisi Saudi Tewaskan 10 Perempuan Yaman

Pasca-serangan warga bergotong-royong membersihkan sisa reruntuhan bangunan yang hancur.

"Semua yang terkena serangan adalah perumahan warga sipil," kata salah satu warga Zahed Abu Abdo.

Laporan dari lembaga pengawas menyebut lebih dari 25 orang luka-luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Pengamat perang yang berbasis di Inggris dengan mengandalkan jaringan sumber di dalam Suriah mengumpulkan informasi terkait jenis pesawat, lokasi, pola penerbangan hingga amunisi yang digunakan dalam serangan.

Dikatakannya, serangan kemungkinan dilakukan angkatan udara Rusia yang telah mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad sejak 2015.

Namun Rusia, melalui Kementerian Pertahanan, dilansir kantor berita Interfax, langsung membantah.

Mereka mengatakan, pesawat Rusia tidak melakukan serangan di kawasan tersebut.

Baca juga: Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara kepada Hamas di Gaza

Provinsi Idlib termasuk dalam empat wilayah di Suriah yang seharusnya merupakan daerah aman berdasarkan kesepakatan antara Rusia, rezim sekutu Iran, dan pendukung pemberontak Turki pada Mei lalu.

Tetapi, kota Maarshurin dikendalikan oleh Hayat Tahrir al-Sham, aliansi pemberontak yang didominasi afiliasi Al-Qaeda bekas Suriah, dan tidak masuk dalam kesepakatan tersebut.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X