Kompas.com - 20/12/2017, 15:18 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

Saif dibebaskan pada Juni 2017 setelah enam tahun terakhir ditahan oleh milisi di Kota Zintan.

Saif ditahan pada November 2011 pasca-kejatuhan rezim Gaddafi. Pria yang secara kontroversial menerima gelar PhD dari London School of Economics sempat dijatuhi hukuman mati in absentia oleh pengadilan Tripoli.

Pengadilan ini berada di bawah kendali GNA yang didukung PBB.

Pasca-dibebaskan, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan kepada Saif.

Dia dianggap bertanggung jawab atas berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukannya semasa ayahnya masih memerintah.

Baca juga : Pengadilan Kriminal Internasional Serukan Libya Serahkan Putra Khadafi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.