Kompas.com - 20/12/2017, 14:23 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Pertanian No. 1116 KPA Unit 810 dalam foto yang disiarkan hari Jumat (29/9) oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) di Pyongyang. ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERSPemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Pertanian No. 1116 KPA Unit 810 dalam foto yang disiarkan hari Jumat (29/9) oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) di Pyongyang.
|
EditorAgni Vidya Perdana

SEOUL, KOMPAS.com - Sanksi internasional terbesar dan terkuat yang dijatuhkan pada Korea Utara diperkirakan akan memberi dampak pada perekonomian negara tertutup itu mulai Maret tahun depan.

Hal tersebut diungkapkan Institut Strategi Keamanan Nasional yang berada di bawah Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, pada Senin (18/12/2017).

Dilansir dari Yonhap, sebagai bentuk perlawanan akan penambahan sanksi yang dijatuhkan, Korea Utara justru meningkatkan investasi dalam pengembangan kekuatan konvensional.

"Itu akibat tekanan kekuatan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya."

Baca juga: PBB Sepakati Sanksi Ekonomi Baru untuk Korea Utara

"Diperkirakan hal tersebut akan mulai memberi dampak serius pada perekonomian mereka sekitar bulan Maret tahun depan," kata Institut Strategi Keamanan Nasional.

Komite Sanksi PBB telah memperkirakan Resolusi Sanksi Keamanan PBB 2375 yang mulai diberlakukan pada September lalu akan mulai menunjukkan dampak pada enam hingga 12 bulan usai diumumkan.

Meski disebut bakal mengalami kesulitan ekonomi, masih harus dilihat apakah Korea Utara akan mengubah posisinya yang berpegang pada program pengembangan senjata nuklir.

"Korea Utara mungkin akan lebih fokus membangun ekonomi sambil terus mempertahankan kebijakan negara nuklir terkuat," kata lembaga itu.

Kim Jong Un diperkirakan akan menggunakan momen Olimpiade Musim Dingin 2018 di PyeongChang untuk kesempatan berdialog dengan Korea Selatan.

Namun jika upaya damai berujung kegagalan, Korea Utara juga diperkirakan dapat memilih untuk meneruskan provokasi militer.

Bisa dengan melakukan uji coba peluncuran misil balistik antar-benua sejauh mungkin atau mencoba meluncurkan misil dari kapal selamnya.

Bahkan Pyongyang juga mungkin kembali melakukan uji coba nuklir untuk ketujuh kalinya.

Baca juga: Jepang Kembali Jatuhkan Sanksi ke Korea Utara



Sumber Yonhap
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X