Kompas.com - 20/12/2017, 11:33 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang dan Korea Selatan mendesak China untuk lebih menekan Korea Utara agar mengakhiri program nuklir dan rudalnya.

Dilansir dari Japan Today, Rabu (20/12/2017), Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mengatakan desakan dilakukan saat ketegangan yang terus meningkat antara Korea Utara dan Amerika Serikat.

Pemerintahan Kim Jong Un telah mengembangkan rudal yang mampu membawa daya ledak hingga daratan AS.

Korea Utara bahkan menentang resolusi Dewan Keamanan PBB dan kecaman internasional, termasuk sekutu utamanya, China.

Baca juga : AS Jatuhkan Sanksi ke Korea Utara Terkait Serangan WannaCry

"China saat ini sedang menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB (terkait Korea Utara), namun China masih bisa berbuat lebih banyak," kata Kono setelah melakukan pembicaraan dengan Menlu Korea Selatan, Kang Kyung Wha.

"Kami sepakat mengenai perlunya tekanan lebih tegas terhadap Korea Utara," tambahnya.

Setelah bertemu dengan Kono, Kang mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Abe menyebut Korea Selatan sebagai negara tetangga terpenting bagi Jepang untuk berbagi strategi.

Baca juga : China Gelar Latihan Antisipasi Serangan Misil Bersama Rusia

Sementara, Kang mengatakan kedua negara harus bekerja sama untuk meningkatkan persatuan di masyarakat Internasional mengenai Korea Utara.

Seperti diketahui, Korea Utara telah menjalankan program persenjataan untuk melawan agresi AS, ketika AS, Korea Selatan, dan Jepang melakukan latihan militer gabungan.

Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong Un saling mengeluarkan retorika kecaman dalam beberapa pekan terakhir, seperti Trump yang mengancam akan menghancurkan Korea Utara jika diprovokasi.

Baca juga : Dubes AS untuk PBB Puji Langkah Berani Trump

AS juga telah menekan China dan negara lain untuk mengurangi hubungan perdagangan dan diplomatik dengan Korea Utara.

Tujuannya, menyurutkan arus kas tunai Pyongyang yang digunakan untuk mendanai program persenjataannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.