Majelis Umum PBB Agendakan Voting untuk Rancangan Resolusi soal Yerusalem

Kompas.com - 19/12/2017, 22:47 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di hadapan Majelis Umum PBB pada tahun 2016 lalu. Majelis Umum PBB akan menggelar pertemuan mendadak untuk pemungutan suara terkait rancangan resolusi menolak pengakuan AS terhadap Yerusalem. Jewel Samad / AFPPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di hadapan Majelis Umum PBB pada tahun 2016 lalu. Majelis Umum PBB akan menggelar pertemuan mendadak untuk pemungutan suara terkait rancangan resolusi menolak pengakuan AS terhadap Yerusalem.
|
EditorAgni Vidya Perdana

NEW YORK, KOMPAS.com - Majelis Umum Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) memutuskan akan menggelar sidang darurat pada Kamis (21/12/2017) untuk pemungutan suara terkait rancangan resolusi menolak pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pertemuan mendadak tersebut sebagai permintaan dari Turki dan Yaman atas nama kelompok negara-negara Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Presiden Majelis Umum PBB, Miroslav Lajcak mengatakan, pada Senin (18/12/2017) malam, telah menginformasikan mengenai pertemuan tersebut kepada seluruh perwakilan 193 negara anggota.

Agenda pertemuan darurat diambil setelah sebelumnya, AS memveto rancangan resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB.

Baca juga: Amerika Veto Rancangan Resolusi DK PBB soal Yerusalem

Atas inisiasi Mesir, DK PBB mengeluarkan rancangan resolusi untuk membatalkan status pengakuan AS terhadap Yerusalem yang dianggap tidak memiliki dampak hukum.

Kini, dengan Majelis Umum yang beranggotakan 193 negara, maka tidak ada negara yang memiliki hak untuk memveto. Bahkan oleh Dewan Keamanan di mana AS, Inggris, China, Perancis dan Rusia menjadi anggota tetap.

"Majelis Umum akan mengatakan, tanpa rasa takut akan hak veto, bahwa masyarakat internasional menolak untuk menerima pengakuan sepihak AS," kata Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour.

Keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel memicu protes di seluruh dunia Muslim dan mendapat kecaman keras.

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Pertimbangkan Tolak Keputusan AS Terkait Yerusalem



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X