Kompas.com - 19/12/2017, 14:34 WIB
Penyelamatan ini terjadi di salah satu lokasi paling terpencil di New South Wales, Australia, yang dikenal sebagai tambang batu permata. (Australia Plus) Penyelamatan ini terjadi di salah satu lokasi paling terpencil di New South Wales, Australia, yang dikenal sebagai tambang batu permata. (Australia Plus)
EditorVeronika Yasinta


CANBERRA, KOMPAS.com - Kepolisian New South Wales, Australia menyelamatkan seorang perempuan yang terjebak selama dua hari di sebuah lubang tambang tua.

Perempuan berusia 26 tahun itu dilaporkan hilang dari sebuah kamp pertambangan di wilayah Lighting Ridge, dekat perbatasan negara bagian Queensland, pada Jumat (15/12/2017) malam.

Dilansir dari Australia Plus, Senin (18/12/2017), suaminya melaporkan kepolisi mengenai istrinya yang hilang pada keesokan harinya.

Pencarian mulai dilakukan pada Sabtu (16/12/2017) siang, dengan suhu udara yang melonjak di atas 40 derajat Celsius.

Baca juga : Menyusuri Hutan Pohon Raksasa yang Melegenda di Australia Barat

David Checkley dari Komando Daerah Castlereagh mengatakan regu penyelamat sangat khawatir dengan keselamatan perempuan itu. Bukan hanya karena cuaca yang panas, tetapi juga daerah tersebut ditutupi terowongan tambang batu opal.

"Karena kurang cahaya di malam hari, pencarian dibatasi hanya untuk pencarian dengan kendaraan, karena bahaya mengintai di daerah pertambangan itu," katanya.

Pada hari Minggu (17/12/2017) pagi, sebuah pencarian gabungan yang melibatkan polisi dan personel dari Dinas Darurat dan Kebakaran Pedesaan telah ditempatkan di kamp tambang, termasuk pesawat tak berawak untuk memindai wilayah yang lebih luas.

Pukul 10.20 pagi, regu pencari menemukan perempuan itu di kedalaman delapan meter dari lubang tambang.

Baca juga : Mengerikan, Lima Manta Terjerat Jaring Penghalau Hiu di Australia

Para petugas dari Unit Penyelamatan Wilayah Barat menggunakan sistem katrol dan pengaman tubuh untuk menarik perempuan itu ke permukaan.

Dia menderita lecet dan dibawa ke Rumah Sakit Lightning Ridge dalam kondisi stabil.

"Kami sangat beruntung dalam situasi ini karena suhu di terowongan tambang cukup rendah," ujar Checkley.

Menurut keterangan perempuan yang tidak disebutkan identitasnya ini, awalnya dia pergi jalan-jalan pada tengah malam dari kamp. Dia berjanji tidak akan mengulangi hal serupa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X