Kompas.com - 19/12/2017, 12:31 WIB
Seorang tentara Israel yang menyamar sebagai demonstran Palestina dengan bendera Palestina di kepalanya menangkap pengunjuk rasa di pos pemeriksaan DCO di Ramallah, Palestina (13/12/2017). ABBAS MOMANI/AFPSeorang tentara Israel yang menyamar sebagai demonstran Palestina dengan bendera Palestina di kepalanya menangkap pengunjuk rasa di pos pemeriksaan DCO di Ramallah, Palestina (13/12/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

TEL AVIV, KOMPAS.com - Mereka berpakaian seperti orang Palestina, berbicara dalam bahasa dan aksen Palestina, serta bertingkah laku layaknya orang Palestina.

Ketika terjadi demonstrasi antara warga Palestina dan aparat Israel, wajah mereka yang sering tertutup keffiyeh sering meneriakkan ejekan kepada tentara, dan kadang melempar batu.

Namun, ketika aparat Israel maju, itu menjadi aba-aba mereka untuk mengacungkan pistol dan menembak ke udara, serta bergerak menangkap setiap demonstran Palestina.

Tindakan mereka kemudian memunculkan seruan sebagai sebuah peringatan ke warga Palestina lainnya: Musta'ribeen.

Menyamar sebagai Orang Arab
Dilansir Al Jazeera Senin (18/12/2017), Musta'ribeen, atau mista'arvim dalam bahasa Ibrani, adalah kata dari bahasa Arab musta'rib, atau seseorang yang fasih dalam bahasa serta kebudayaan Arab.

Istilah itu digunakan militer Israel untuk menyebut unit khusus yang bertugas untuk menyusup ke jantung Palestina, atau negara Arab dengan menyamar sebagai orang Arab.

Setiap individu yang masuk sebagai Musta'ribeen menjalani latihan yang keras agar bertindak dan berpikir layaknya orang Palestina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Tentara Israel yang Menyamar Tangkap Demonstran Palestina

Menurut pakar Israel Antoine Shalhat, misi Musta'ribeen meliputi pengumpulan data intelijen, menangkap pengunjuk rasa Palestina, dan operasi kontra-terorisme.

"Unit pertama dibentuk 1942, jauh sebelum Israel mendeklarasikan diri sebagai negara pada 1948," kata Shalhat.

Unit pertama Musta'ribeen adalah bagian dari Palmach, sebuah divisi pasukan elit yang berada di bawah milisi Haganah, yang kelak menjadi inti pasukan Israel (IDF).

Tidak banyak yang bisa digali dari unit ini, lanjut Shalhat.

Sebab, ketika mereka sudah menyatakan diri tatkala menangkap para pengunjuk rasa, pemerintah langsung membubarkan unit itu, dan menggantinya dengan unit baru.

Shalhat melanjutkan, seorang Musta'ribeen harus menguasai bahasa Arab layaknya bahasa ibu mereka.

"Mereka juga mengikuti kursus untuk menyempurnakan dialek Palestina ataupun aksen Arab ketika ditugaskan di tempat spesifik seperti Yaman atau Tunisia," beber Shalhat.

Kursus bahasa itu berlangsung dalam enam bulan. Termasuk bagaimana menguasai tata cara peribadatan seperti berpuasa, atau shalat.

Setiap agen juga diharuskan menguasai teknik penyamaran yang dikondisikan dengan fisik mereka.

Total, untuk bisa menjadi Musta'ribeen hebat, seorang tentara Israel harus menghabiskan latihan hingga 15 bulan.

Termasuk di dalamnya pengintaian, cara berbaur di kerumunan Palestina, hingga latihan menembakkan senjata.

Baca juga : Tentara Israel Tembak Mati Seorang Warga Palestina di Dekat Betlehem

Halaman:


Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X