Kompas.com - 18/12/2017, 21:17 WIB
Foto udara yang diambil pada 27 September 2017 menunjukkan kondisi desa di dekat Maungdaw di utara Rakhine yang terbakar. STR / AFPFoto udara yang diambil pada 27 September 2017 menunjukkan kondisi desa di dekat Maungdaw di utara Rakhine yang terbakar.
|
EditorAgni Vidya Perdana

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Organisasi hak asasi manusia, Human Right Watch (HRW) menyebut tentara Myanmar telah membakar puluhan rumah dan desa milik warga Rohingya yang ditinggalkan di Rakhine.

Aksi pembakaran disebut dilakukan beberapa hari usai penandatanganan kesepakatan pemulangan pengungsi dengan Bangladesh, menunjukkan kesepakatan sekadar aksi hubungan masyarakat.

Dikutip dari AFP, pada Senin (18/12/2017), kelompok hak asasi manusia itu mengatakan, berdasarkan foto satelit, sebanyak 40 desa yang hancur pada bulan Oktober dan November, bertambah menjadi 354 desa.

Baca juga: Terkait Krisis Rohingya, Pejabat AS Dilarang Berkunjung ke Rakhine

Beberapa desa bahkan dimusnahkan pada pekan sama dengan saat penandatanganan perjanjian pemulangan pengungsi antara Myanmar dengan Bangladesh.

"Aksi pengrusakan desa Rohingya oleh tentara Birma (Myanmar) itu menunjukkan perjanjian pemulangan pengungsi tak lebih dari aksi hubungan masyarakat," kata direktur Asia HRW, Brad Adams dalam laporannya dikutip AFP.

Lebih dari 600.000 warga Rohingya melarikan diri dari Rakhine melintasi perbatasan Bangladesh karena diserang militer Myanmar pada akhir Agustus lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Negara-negara di dunia dan PBB pun menyebut Myanmar telah melakukan pembersihan etnis dan genosida.

Militer Myanmar membantah semua tuduhan itu dan menyebut kebakaran desa terjadi karena ulah pemberontak dan tak mengetahui seberapa luas desa yang terdampak.

"Kami tidak yakin dengan jumlah desa yang terdampak," kata juru bicara pemerintah Zaw Htay kepada AFP, tanpa berkomentar tentang laporan HRW.

Baca juga: Pengungsi Rohingya Bisa Pulang Jika Warga Asli Rakhine Siap Menerima

Tekanan dari dunia internasional membuat pemerintah Myanmar akhirnya menandatangani perjanjian pemulangan pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Rakhine dan akan dilakukan dalam waktu dua bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.