Kompas.com - 18/12/2017, 17:10 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

GUANGDONG, KOMPAS.com - Pengadilan di China menggelar persidangan terbuka terhadap 10 terdakwa yang dilangsungkan di sebuah stadion olahraga, Sabtu (16/12/2017).

Pengadilan Guangdong mengundang warga untuk hadir dan menyaksikan pembacaan sanksi terhadap para terdakwa di stadion kota Lufeng, selatan Guangdong.

Ribuan warga tersebut menjadi saksi saat pada terdakwa dijatuhi hukuman mati. Tujuh atas kasus terkait narkoba, sementara tiga lainnya atas kasus pembunuhan atau perampokan. Tidak disebutkan nama para terpidana.

Dilaporkan The Paper dan dilansir SCMP, masih ada dua terdakwa lain yang turut diadili dalam pengadilan terbuka hari itu. Namun tidak dijelaskan sanksi yang dijatuhkan kepada keduanya maupun tuduhannya.

Baca juga: Tentara Nigeria yang Bunuh Warga Sipil Dijatuhi Hukuman Mati

Empat hari sebelumnya, pihak pengadilan telah membuat pengumuman di emdia sosial dan mengajak kepada warga untuk turut hadir di persidangan.

Di hari persidangan, 12 terdakwa hadir dengan menggunakan mobil polisi dan masing-masing dikawal empat petugas yang mengenakan kacamata hitam.

Pengadilan terbuka itu sebagai salah satu bentuk langkah pemerintah China dalam upaya menekan angka kriminalitas, terutama kejahatan terkait narkotika. Hal tersebut turut ditunjukkan dalam poster yang dipasang di sekitar lokasi persidangan.

Kota Lufeng di Guangdong menjadi salah satu fokus Komite Anti-narkoba Negara mengingat tingginya kasus peredaran obat-obatan terlarang di daerah itu.

Pada 2014, hingga 182 orang ditahan dalam aksi penggerebekan besar-besaran yang dilakukan 3.000 personel polisi, paramiliter hingga penjaga perbatasan di Lufeng.

Persidangan terbuka sebelumnya juga digelar di stadion tersebut pada Juni lalu dengan 18 terdakwa kasus narkoba. Delapan di antaranya langsung dilakukan eksekusi setelah pembacaan hukuman.

China masih menjadi negara dengan sanksi hukuman mati terbanyak di dunia.

Pada tahun lalu, sekitar 2.000 orang dijatuhi hukuman mati negara tersebut, menurut data organisasi non-pemerintah Dui Hua Foundation.

Baca juga: Dokter yang Diganjar Hukuman Mati di Iran Akui Jadi Mata-mata Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.