Kompas.com - 18/12/2017, 14:51 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

NEWPORT, KOMPAS.com - Seorang pakar pedang asal Inggris, Alun Jones ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa di kamarnya di Newport, South Wales, Inggris.

Jones yang bertahun-tahun menjadi peneliti pedang katana Jepang itu diduga bunuh diri dengan cara ala samurai, harakiri.

Harakiri adalah tradisi bunuh diri yang biasa dilakukan samurai Jepang sebagai cara kematian yang terhormat. Dilakukan dengan menyayat sendiri bagian perut.

Jenazah peneliti berusia 51 tahun tersebut pertama kali ditemukan ibunya di kamarnya pada bulan Juni lalu.

Jones ditemukan dalam posisi tubuh di atas pedang dan terdapat luka sayatan lebar di perut yang menembus organ jantung dan hati.

Baca juga: Tiga Tewas dalam Pembunuhan Gunakan Pedang Samurai di Kuil Tokyo

Keluarga korban mengatakan, Jones yang telah bercerai sempat menghabiskan waktu selama bertahun-tahun untuk tinggal dan bekerja di Jepang.

Namun saat kembali ke Inggris, Jones disebut seperti orang yang berbeda dengan yang dikenal keluarganya.

"Setelah bertahun-tahun di luar negeri, saat kembali dia biasanya akan pergi mengunjungi rekan-rekannya."

"Tapi kali ini dia terlihat lebih kurus dan lebih banyak menghabiskan waktu di kamarnya," kata kakak perempuan korban, Marianne Caulfield, dikutip Daily Mail, Jumat (15/12/2017).

Diakui keluarga, Jones memang memiliki koleksi pedang katana dan memiliki ketertarikan dengan tradisi samurai.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.