Ketika 50 Pasangan Asal China Menikah Massal di Sri Lanka

Kompas.com - 18/12/2017, 12:31 WIB
Para pengantin ini sebagian mengenakan pakaian tradisional China dan sisanya mengenakan pakaian pengantin ala Barat. ReutersPara pengantin ini sebagian mengenakan pakaian tradisional China dan sisanya mengenakan pakaian pengantin ala Barat.
EditorErvan Hardoko

KOLOMBO, KOMPAS.com - Sebanyak 50 pasangan pengantin asal China mengikuti upacara perkawinan massal di ibu kota Sri Lanka, Kolombo, Minggu (17/12/2017).

Mereka mengikuti upacara dengan tradisi Buddha, yang merupakan agama mayoritas di Sri Lanka yang sedang berupaya menggalakkan industri pariwisata.

Dalam upacara yang dihadiri pejabat kedua negara, sebagian pengantin mengenakan pakaian tradisional Sri Lanka walau ada juga yang tetap dengan pakaian gaya China maupun Barat.

Perkawinan massal itu disiapkan pihak berwenang Sri Lanka dan digelar di balai kota Kolombo.

Baca juga : Unik, 20 Pasangan Menikah Massal di Bawah Laut Thailand

"Kami amat gembira menjadi bagian dari perkawinan massal di negara yang indah Sri Lanka. Lihat suasananya, kami tidak akan melupakan hari ini," kata seorang pengantin pria berusia 25 tahun kepada wartawan BBC di Kolombo, Azzam Ameen.

Sang pengantin perempuan menambahkan mereka berdua pertama kali bertemu di Sri Lanka tiga tahun lalu, "Jadi tempat ini amat istimewa untuk kami."

Pemerintah Sri Lanka mengharapkan perkawinan massal pertama untuk warga China ini akan meningkatkan hubungan kedua negara dan sekaligus mengangkat pariwisata.

""Akan lebih banyak orang yang mengetahui tentang Sri Lanka dan ini jalan yang amat baik untuk mempromosikan pariwisata," papar Menteri urusan Metropolis dan Pembangunan Bagian Barat Sri Lanka, Patali Ranawaka.

Usai jamuan makan malam, para pengantin baru akan menikmati bulan madu dengan mengunjungi beberapa tujuan wisata di Sri Lanka, seperti ibu kota kuno Anuradhapura, situs peninggalan Kerajaan Polonnaruwa, serta kawasan wisata alam Kandy maupun Taman Nasional Yala.

Wisatawan China yang datang ke Sri Lanka meningkat dengan data terakhir memperlihatkan sekitar 13 persen dari total dua juta wisatawan asing yang datang ke negara itu dalam waktu setahun, berasal dari China.

Jumlah wisatawan China ke Sri Lanka bahkan merupakan yang kedua terbesar setelah wisatawan asal India.

Sementara itu pemerintah China menempuh sejumlah investasi di Sri Lanka dalam proyek pembangunan prasarana.

Baca juga : Di Malaysia, 138 Pasangan Menikah Massal pada Hari Valentine

Kota Kolombo merupakan salah satu mitra utama Beijing dalam proyek 'One Belt One Road' atau 'Satu Sabuk Satu Jalan' yang ambisus.

Proyek itu diluncurkan Presiden Xi Jinping pada Mei 2017 untuk mengembangkan jaringan perdagangan internasional dengan pembangunan pelabuhan, jalan raya, dan rel kereta api.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X