Kapal Selam Hilang Sebulan, Argentina Pecat Kepala Angkatan Laut

Kompas.com - 17/12/2017, 12:09 WIB
Salah seorang warga melihat deretan pesan dukungan kepada awak kapal selam Argentina yang hilang sejak pekan lalu. Eitan Abramovich/AFPSalah seorang warga melihat deretan pesan dukungan kepada awak kapal selam Argentina yang hilang sejak pekan lalu.


BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pemerintah Argentina memecat kepala angkatan laut, satu bulan setelah kapal selam ARA San Juan yang membawa 44 kru hilang di Atlantik.

Dilansir dari Sky News, Sabtu (16/12/2017), Kementerian Pertahanan Argentina menghentikan Marcelo Eduardo Hipolito Srur sebagai langkah disiplin atas insiden hilangnya kapal selam yang sedang menjalankan misi.

Srur dilantik oleh Presiden Argentina Mauricio Macri pada Januari 2016.

Baca juga : Ada Obyek di Kedalaman Laut 1.000 Meter, Diduga Kapal Selam Argentina

The Independent mewartakan, keluarga dan rekan dari kru yang hilang bersama dengan kapal selam ARA San Juan mengkritisi upaya pencarian yang hingga kini belum juga menemukan keberadaan anggota keluarga mereka.

Serangkaian dugaan penemuan benda di dalam laut oleh kapal pencari membuat keluarga kru ARA San Juan kebingungan dan frustasi. Beberapa di antaranya bahkan berencana untuk mengambil tindakan hukum.

Adik dari salah satu kru, Federico Ibanez berpendapat pemerintah Argentina seharusnya bisa bertindak lebih cepat.

AFP/KOMPAS.com Kapal Selam Argentina Hilang
"Mereka (pihak berwenang) menerima bantuan setelah dua hari kapal dinyatakan hilang karena mereka ingin meminimalisir situasi," katanya.

ARA San Juan mengirimkan sinyal terakhirnya pada 15 November 2017, dan melaporkan adanya kerusakan sistem.

Pesan dari kru menyatakan air dari dalam laut telah masuk ke sistem ventilasi kapal sehingga menyebabkan arus pendek.

Kapal itu sedang menjalankan misi rutinnya dari selatan pelabuhan Ushuaia, Mar del Platan sekitar 400 km dari Buenos Aires.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X