Jepang Naikkan Anggaran Militer untuk Tangkal Korea Utara

Kompas.com - 16/12/2017, 11:07 WIB
Sejak kalah dalam Perang Dunia II, peran militer Jepang dibatasi dan hanya berfungsi sebagai alat pertahanan negara dan tak boleh digunakan untuk tujuan ofensif di luar negeri. TORU YAMANAKA / AFPSejak kalah dalam Perang Dunia II, peran militer Jepang dibatasi dan hanya berfungsi sebagai alat pertahanan negara dan tak boleh digunakan untuk tujuan ofensif di luar negeri.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang berencana untuk menaikkan anggarannya pertahanan secara signifikan demi membendung Korea Utara ( Korut).

Dilaporkan harian bisnis Nikkei via AFP Sabtu (16/12/2017), pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe bakal menetapkan anggaran pertahanan 2018 sebesar 5,19 yen Jepang, atau Rp 625 triliun.

Angka itu lebih besar dibanding 2017 yang mencapai 5.12 triliun yen Jepang, atau sekitar Rp 617 triliun.

Anggaran itu sebagian besar bakal digunakan untuk melindungi Jepang dari ancaman Korut yang begitu gencar mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistiknya.


Baca juga : Ekspor Makanan ke Korea Utara, Tiga Orang Ditahan Polisi Jepang

"Kenaikan anggaran tersebut digunakan untuk membeli sistem pertahanan pencegat misil Aegis Ashore," demikian laporan Nikkei.

Selain itu, pekan lalu (8/12/2017), Menteri Pertahanan Itsunori Onodera memperkenalkan rudal jelajah udara Joint Strike Missile (JSM).

Rudal produksi pabrikan asal Norwegia, Kongsberg Defence & Aerospace, tersebut mampu menempuh jarak 500 kilometer.

Selain itu, Onodera berujar Jepang juga bakal membeli misil jarak jauh udara-ke-permukaan (JASSM-ER) produksi Lockheed Martin.

AFP melaporkan, Jepang memperkuat diri setelah Korut meluncurkan rudal balistik antar-benua (ICBM) terbaru mereka, Hwasong-15, 29 November lalu.

Rudal yang bisa dipasang hulu ledak nuklir tersebut bisa terbang sejauh 13.000 kilometer, dan diklaim mampu menjangkau ke seluruh daratan utama Amerika Serikat (AS).

Namun, bagi kalangan oposisi, langkah ini sangat kontroversial karena Jepang dianggap melanggar hukum internasional tentang larangan melakukan tindakan yang dianggap memprovokasi.

Baca juga : Jepang Kembali Jatuhkan Sanksi ke Korea Utara

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X