Kompas.com - 15/12/2017, 22:09 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

WISCONSIN, KOMPAS.com - Seorang pria transgender di AS melahirkan seorang bayi pertamanya pasca-menjalani operasi berganti kelamin.

Kaci Sullivan (30) asal Wisconsin, AS, terlahir sebagai perempuan dan memutuskan melakukan operasi perubahan kelamin menjadi laki-laki pada 2013.

Sullivan sebelumnya sempat melahirkan seorang anak laki-laki hasil hubungan dengan mantan suaminya.

Anak pertamanya yang bernama Grayson kini telah berusia lima tahun, lahir saat dia masih menjadi seorang perempuan.

Tiga bulan setelah kelahiran anak pertama, Sullivan memutuskan melakukan operasi perubahan kelamin menjadi laki-laki.

Baca juga: Transgender Pertama Menangkan Kursi Legislatif di AS

Dan anak keduanya, yang diberi nama Phoenix, lahir dengan berat 3,6 kilogram melalui operasi caesar, merupakan anak bersama pasangannya saat ini, Steven (27).

Dilansir dari The Independent, Jumat (15/12/2017), kehamilan Sullivan terjadi setelah dia memutuskan menghentikan asupan hormon laki-lakinya.

Pasangan Sullivan dan Steven kini memilih membesarkan anak mereka sebagai anak netral tanpa menentukan jenis kelaminnya dan membiarkan sang anak memilih sendiri ketika telah dewasa.

Meski mendapat tekanan dari banyak pihak, Sullivan mengaku sengaja mempertahankan kehamilannya demi meruntuhkan stigma soal orangtua transgender dan memilih tidak terlibat dengan pihak yang menentang.

"Saya tidak melihat kehamilan melekat dengan feminisme. Dan saya tidak setuju dengan peran gender. Saya tidak terancam dengan kehamilan akan membuat saya merasa kurang maskulin," kata Sullivan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.