Terima Suap Rp 27 Miliar, Sekutu Presiden Putin Dipenjara 8 Tahun

Kompas.com - 15/12/2017, 19:15 WIB
Mantan menteri perekonomian Rusia, Alexei Ulyukayev yang dianggap terbukti menerima suap. Maxim ZMEYEV / AFP Mantan menteri perekonomian Rusia, Alexei Ulyukayev yang dianggap terbukti menerima suap.
|
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com - Sebauh pengadilan di Moskwa, Jumat (15/12/2017) , menjatuhkan hukuman penjara delapan tahun untuk Alexei Ulyukayev, mantan menteri perekonomian Rusia.

Sekutu dekat Presiden Vladimir Putin itu dianggap terbukti menerima suap sebesar 2 juta dolar AS atau Rp 27 miliar.

Ulyukayev menjadi pejabat dengan posisi tertinggi yang dipenjarakan di masa 17 tahun kekuasaan Vladimir Putin.

Selain menjatuhkan hukuman penjara, Ulyukayev juga harus membayar denda sebesar 130 juta rubel atau hampir Rp 30 miliar karena menerima suap dari Igor Sechin, pemimpin perusahaan minyak negara Rosfnet.

Baca juga : Penangkapan Menteri Rusia Disebut Bagian dari Persaingan Internal Pemerintah

Hakim Larisa Semyonova mengatakan, Ulyukayev harus menjalani hukumannya di "koloni penjara" yang keras. Ulyukayev menyebut hukuman ini tak adil dan akan mengajukan banding.

Sebelum vonis dijatuhkan, Ulyukayev masih terlihat optimistis dan mengatakan kepada jurnalis bahwa dia berharap sebuah sidang yang adil.

Dia bahkan pernah mengatakan, hukuman di penjara koloni yang biasanya berada di lokasi terpencil sehingga sulit berkomunikasi dengan keluarga, sama saja dengan hukuman mati.

Ulyukayev, yang menjadi menteri pengembangan ekonomi pada 2013, ditangkap di markas besar Rosneft tahun lalu setelah menerima tas berisi uang 2 juta dolar dari Sechin.

Sebelum transaksi dilakukan, Sechin menghubungi polisi untuk merancang jebakan.

Kepada penyidik, Sechin mengatakan, Ulyukayev meminta uang tersebut sebagai imbalan dukungan terhadap kesepakatan kontroversial saham Bashneft, juga perusahaan minyak negara, kepada Rosneft.

Baca juga : Menteri Rusia Ditangkap dan Didakwa Terima Suap Rp 26,7 Miliar

Ulyukayev awalnya menolak penjualan saham itu tetapi akhirnya mendukung langkah tersebut setelah Putin mengatakan penjualan saham tersebut akan menguntungkan kas negara.

Ulyukayev menolak tuduhan telah menerima suap dan bersikukuh tas itu hanya berisi anggur mahal yang dijanjikan Sechin untuk merayakan keberhasilan kesepakatan itu.




Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X