Kompas.com - 14/12/2017, 22:13 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

YERUSALEM TIMUR, KOMPAS.com - Pemimpin gerakan Islam Palestina, Hamas mengajak kepada umat muslim di seluruh dunia untuk melakukan aksi protes menentang pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Kami mengajak kepada dunia Islam untuk menjadikan setiap hari Jumat sebagai hari kemarahan dan revolusi di setiap kota dan ibu kota hingga kita bisa menjatuhkan keputusan Trump," kata Ismail Haniya pada Kamis (14/12/2017).

"Dan kami meminta kepada gereja, Paus, dan juga saudara-saudara Kristen kami untuk mengabdikan doa mereka di hari Minggu untuk Yerusalem," tambahnya dikutip dari AFP.

Seruan itu disampaikan Ismail di hadapan puluhan ribu pendukungnya dalam acara memperingati 30 tahun pergerakan Islam tersebut di Gaza.

Baca juga: Palestina Dianggap Mampu Lawan Israel Jika Hamas dan Fatah Bersatu

Ismail menegaskan tidak akan berhenti memberikan perlawanan hingga Trump membatalkan pengakuannya terhadap Yerusalem dan membatalkan rencana pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv.

Acara peringatan 30 tahun gerakan Hamas di Gaza itu turut dihadiri para tokh penting pergerakan dan juga politisi partai politik. Bahkan juga dihadiri rival lama mereka, Fatah.

Kedua organisasi tersebut telah menandatangani perjanjian rekonsiliasi pada bulan Oktober, yang seharusnya menyerahkan kendali atas wilayah Gaza kepada Hamas pada 1 Desember. Namun kesepakatan itu telah gagal

Sejak pengakuan kontroversial Trump terhadap Yerusalem, setidaknya 12 rudal telah ditembakkan dari Gaza menuju Israel.

Tindakan balasan dilakukan tentara Yahudi dengan meluncurkan 10 rudal yang menargetkan sasaran di Gaza, sebagian besar basis militer Hamas.

Aksi protes menentang putusan Trump juga terjadi di wilayah lain Palestina dan juga seluruh dunia.

Baca juga: Militer Israel Tangkap Tokoh Hamas di Tepi Barat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.