Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Kompas.com - 14/12/2017, 21:00 WIB
Pemimpin Catalonia Carles Puigdemont dan istrinya bersama para pendukungnya. Eddy Kelele / AFP Pemimpin Catalonia Carles Puigdemont dan istrinya bersama para pendukungnya.
|
EditorAgni Vidya Perdana

BRUSSELS, KOMPAS.com - Pengadilan Belgia pada Kamis (14/12/2017) secara resmi menutup proses ekstradisi terhadap pemimpin tersingkir Catalonia.

Langkah tersebut setelah sebelumnya Mahkamah Agung Spanyol menarik surat perintah penangkapan Eropa terhadap Carles Puigdemont dan empat mantan menteri kabinetnya yang ada di Belgia.

Pengacara Puigdemont, Paul Bekaert kepada AFP mengatakan, hakim persidangan menyatakan kasus ekstradisi yang melibatkan pemimpin tersingkir Catalonia itu tidak memberikan manfaat.


Baca juga: Pendukung Kemerdekaan Catalonia Berbaris di Belgia Tuntut Pembebasan Puigdemont

Puigdemont dan empat mantan menterinya melarikan diri ke Belgia pada bulan Oktober untuk menghindari tuduhan melakukan pemberontakan, penghasutan dan penyalahgunaan dana publik serta mendorong pemisahan Catalonia.

Spanyol sempat mengeluarkan surat penangkapan Eropa dan menuntut Belgia untuk mengekstradisi lima tokoh Catalonia tersebut.

Namun Mahkamah Agung Spanyol pada pekan lalu mencabut surat perintah tersebut dengan harapan Puigdemont bersedia kembali berkenaan dengan akan digelarnya pemilihan.

Akan tetapi Puigdemont memutuskan bertahan di Belgia hingga dipastikan partainya meraih kemenangan dalam pemilihan yang dijadwalkan digelar 21 Desember 2017 mendatang.

Baca juga: Pemimpin Tersingkir Catalonia Belum Bersedia Kembali ke Spanyol

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X